Cianjur (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui PPK 2.1 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jawa Barat, menargetkan perbaikan jalan nasional di sepanjang wilayah Cianjur tuntas dilakukan pada H-10 lebaran.

Koordinator Pengawas Lapangan PPK 2.1 Jabar Agus Warso di Cianjur, Jumat  mengatakan, perbaikan jalan nasional di Cianjur menindaklanjuti instruksi agar seluruh jalur nasional berada dalam kondisi Zero Hole atau tanpa lubang paling lambat H-7 sebelum lebaran.

“Instruksi Pak Menteri H-7 menjelang mudik semua jalur jalan nasional harus Zero Hole artinya tidak ada lagi jalan berlubang termasuk di sepanjang wilayah kerja kami, sehingga keamanan dan kenyamanan pemudik dapat terjamin,” katanya.

Dia menjelaskan, perbaikan yang membutuhkan waktu cukup panjang salah satunya di Jalan Lingkar Selatan sepanjang 7,45 kilometer karena mengalami kerusakan yang cukup parah, namun ditargetkan perbaikan dapat tuntas dalam waktu dekat.

 

Banyak ditemukan lubang dan permukaan bergelombang yang berisiko bagi pengguna jalan, terutama pengendara roda dua, sehingga langsung dilakukan overlay atau pelapisan ulang aspal serta dilakukan penambalan di titik yang mengalami kerusakan.

"Perbaikan dilakukan untuk memastikan jalur utama penghubung Bandung-Sukabumi dalam kondisi aman dan bebas lubang saat puncak pergerakan pemudik tahun 2026, dan langkah tersebut merupakan bagian dari program percepatan perbaikan jalan nasional," katanya.

Dia menjelaskan, wilayah kerja PPK 2.1 Jabar yang mencakup perbatasan Cianjur-Sukabumi, perbatasan Cianjur-Bandung Barat, dan perbatasan Cianjur-Bandung tepatnya di wilayah selatan Cianjur dan selatan Bandung.

Baca juga: PUPR dan AKHI dorong transformasi hijau industri konstruksi

Sehingga perbaikan yang dilakukan menjelang musim mudik lebaran mencakup seluruh jalan nasional yang membentang di Kabupaten Cianjur mulai dari utara hingga selatan, dimana kerusakan jalan sebagian besar dipicu faktor alam terutama saat cuaca ekstrem.

"Tingginya intensitas hujan serta kendaraan bertonase berat yang melebihi kapasitas melintas membuat jalan cepat rusak, namun kami memastikan pengawasan dan perbaikan rutin tetap dilakukan selama cuaca ekstrem melanda, ketika ada jalan berlubang langsung ditambal," katanya.




 



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Heri Sutarman

COPYRIGHT © ANTARA 2026