Hamilton, Kanada (ANTARA) - Amerika Serikat (AS), Selasa (24/2) menyerukan seluruh negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menghentikan segala bentuk dukungan yang memungkinkan perang Rusia di Ukraina terus berlanjut, seraya memperingatkan bahwa konflik tersebut telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang menghancurkan serta mengancam perdamaian dan keamanan global.
“Empat tahun yang panjang dan brutal telah berlalu sejak perang Rusia-Ukraina meningkat ke skala mengerikan seperti saat ini, yang mengakibatkan ribuan korban,” kata Wakil Duta Besar AS untuk PBB Tammy Bruce dalam sidang Dewan Keamanan PBB, seraya menyerukan agar perang tersebut “segera diakhiri.”
Menegaskan bahwa Washington di bawah Presiden Donald Trump mendorong penyelesaian melalui perundingan, Bruce mengatakan bahwa kekuatan militer tidak akan pernah menyelesaikan konflik tersebut.
“Kekuatan militer tidak akan pernah menyelesaikan konflik ini – hanya solusi diplomatik yang disepakati kedua belah pihak yang dapat melakukannya,” ujarnya.
Baca juga: AS, Rusia dan Ukraina kembali bertemu untuk pembicaraan trilateral, Rabu
“Kami kini lebih dekat pada kesepakatan dibandingkan titik mana pun sejak perang dimulai. Namun jelas kami belum mencapainya – pertempuran masih terus berlangsung,” tambahnya.
Bruce juga menyoroti dugaan dukungan asing terhadap Moskow dan mengeklaim bahwa "China tetap menjadi pihak penentu yang memungkinkan mesin industri perang Rusia terus berjalan".
Kami telah berulang kali mendesak China di forum ini untuk berhenti memasok barang guna ganda dan komponen material kepada Rusia yang pada akhirnya digunakan dalam drone dan senjata lain di Ukraina, katanya.
Ia juga mengkritik Korea Utara, Iran, dan Kuba karena diduga menyediakan pasukan, senjata, dan teknologi yang memperpanjang konflik.
Amerika Serikat menyerukan seluruh negara anggota PBB untuk mengakhiri segala bentuk dukungan yang memungkinkan kelanjutan perang yang tercela ini, yang menimbulkan korban kemanusiaan yang menghancurkan serta mengancam perdamaian dan keamanan di seluruh dunia, ujarnya.
Utusan China untuk PBB Fu Cong dengan tegas mengkritik pernyataan wakil utusan AS tersebut. Pernyataan yang baru saja disampaikan perwakilan AS kembali mencemarkan dan memfitnah China, yang sama sekali tidak dapat diterima, katanya.
China bukan pencipta krisis Ukraina dan bukan pula pihak dalam konflik ini, ujarnya, seraya menambahkan bahwa Beijing terus menjalankan "hubungan ekonomi dan perdagangan yang normal" dengan Rusia dan Ukraina, serta dengan AS dan negara-negara Eropa.
Fu juga menegaskan China akan terus "mengambil langkah yang wajar untuk menjaga keamanan energi". Ia menuduh AS mengada-ada dengan berbagai dalih dan kebohongan di berbagai forum.
AS terus menyerang dan mencemarkan China. Ini adalah manipulasi politik yang nyata, katanya.
Tujuannya adalah memicu konfrontasi blok serta menciptakan perpecahan dan konflik, ujarnya, seraya menyerukan AS untuk berhenti mengalihkan perhatian, berhenti saling menyalahkan, dan berhenti menciptakan konflik serta perang di berbagai belahan dunia.
Sumber: Anadolu
Pewarta: Cindy Frishanti OctaviaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026