Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta menyebut sedikitnya 200 pohon perindang di tepi sepanjang jalan lingkar atau ring road yang masuk wilayah Bantul rawan tumbang sehingga menjadi prioritas untuk dilakukan penebangan.

"Yang di wilayah Bantul dari ring road Janti sampai ring road Gamping itu teridentifikasi ada 600 pohon yang perlu ditebang, dan yang menjadi sangat prioritas ditebang ada kurang lebih 200 pohon," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin di Bantul, Minggu.

Menurut dia, hal tersebut berdasarkan hasil diskusi beberapa waktu lalu antara lembaganya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum.

Baca juga: DLH Cianjur koordinasi dengan provinsi dan pusat pangkas pohon rawan tumbang
Baca juga: Sudin Tamhut Jakut tangani 6.007 pohon rawan tumbang sepanjang 2025

Menurut dia, 200 pohon dari sebanyak 600 pohon perindang di tepi sepanjang Jalan Nasional tersebut sangat mendesak dipotong dikarenakan akar yang sudah rapuh, sementara akarnya memiliki sifat yang getas atau jenis batang yang keras.

"Yang 400 pohon masih belum prioritas, tetapi yang 200 pohon yang harus segera ditebang, karena sebagian besar itu pohon Munggur, yang getas akarnya, akarnya akar tunjang, lalu dahannya getas, jadi begitu kena angin kencang mudah ambruk," katanya.

Oleh karena itu, BPBD Bantul berdasarkan koordinasi itu menyarankan agar dilakukan penebangan hingga ke akar pohon yang dikhawatirkan tumbang karena rapuh, mengingat kejadian pohon tumbang akibat angin kencang sering terjadi pada musim hujan awal 2026 ini.

"Pohon rapuh itu bisa karena faktor usia, jenis akar, dan faktor pelapukan batang, faktor kerimbunan dahan. Makanya Balai Jalan mengidentifikasi dengan beberapa indikator tersebut ada 600 pohon yang perlu ditebang, dan yang mendesak 200 pohon," katanya.

Baca juga: Disperkim Sukabumi imbau warga waspada pohon tumbang di jalur wisata Palabuhanratu-Citepus

Mujahid mengatakan, berdasarkan koordinasi penebangan pohon di sepanjang Jalan Nasional tersebut akan dipotong secara bertahap, namun untuk eksekusi penebangan dalam waktu dekat akan dilakukan terhadap 15 pohon.

"Balai Jalan menginformasikan dalam waktu dekat ada 15 pohon yang akan dieksekusi. Kemudian kami dengan Pemda DIY juga berdiskusi terkait mitigasi pohon di jalan provinsi agar ada upaya pemotongan atau rabas rabas (pemangkasan) bagi pohon yang diidentifikasi membahayakan," katanya.

Dia mengatakan, sedangkan untuk pohon di jalan kabupaten, BPBD Bantul bersama DLH Bantul sudah melakukan eksekusi dua pohon di Jalan Bantul Niten, dikarenakan sudah lapuk, sehingga dari pada berisiko tumbang membahayakan pengguna jalan, maka ditebang.



Pewarta: Hery Sidik
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026