Kudus (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kudus, Jawa Tengah, memastikan sebagian besar siswa SMA Negeri 2 Kudus yang menjalani rawat inap di rumah sakit karena diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) telah sembuh dan pulang, sehingga tersisa dua pasien.

"Hingga Selasa (3/2) pagi, jumlah pasien yang masih menjalani perawatan hanya tersisa dua anak. Sedangkan lainnya sudah sembuh dan diperbolehkan pulang," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Nuryanto di Kudus, Selasa. 

Ia mengungkapkan kedua siswa tersebut, dirawat di RSUD Loekmono Hadi Kudus dan RS Mardi Rahayu.

Sebelumnya, siswa SMA Negeri 2 Kudus yang mengalami dugaan keracunan dan harus mendapatkan penanganan medis sejak Kamis (29/1) tercatat sebanyak 135 orang. Dari jumlah tersebut, sebagian harus dirujuk dan menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit.

Baca juga: Polres Cianjur minta keterangan saksi kembangkan kasus keracunan masal siswa
Baca juga: SPPG Purwosari Kudus minta maaf dan tanggung jawab pada masyarakat atas dugaan keracunan MBG

Dari jumlah siswa yang harus ditangani tim medis, tercatat 47 siswa harus menjalani rawat inap. Namun, seiring penanganan medis yang dilakukan secara intensif, kondisi kesehatan para siswa berangsur membaik dan secara bertahap diperbolehkan pulang.

Rumah sakit rujukan bagi para siswa yang mengalami gejala mual, muntah, dan pusing kepala setelah menyantap menu MBG tersebut meliputi RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu, RS Kartika, RS Kumala Siwi, RS Islam Sunan Kudus, RS Aisyiyah, RS Nurussyifa, dan RS Sarkies Aisyiyah.

Pelaksana tugas Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Mustiko Wibowo membenarkan bahwa hari ini (3/2) masih ada satu pasien yang menjalani rawat inap. Sedangkan pasien lainnya dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Baca juga: Pemkab Cianjur tanggung biaya perawatan ratusan korban keracunan menu MBG

Jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Loekmono Hadi Kudus sesuai data Dinkes Kudus tercatat 33 pasien, namun sebagian besar sudah sembuh dan boleh pulang.

Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Mardi Rahayu Kudus dr. Pujianto, M.Kes melalui bagian Humas Dewi Apriyanti membenarkan bahwa hari ini (3/2) masih ada satu pasien korban dugaan keracunan yang masih rawat inap, sedangkan dua pasien lainnya sudah membaik dan dapat melanjutkan perawatan di rumah.

Untuk menangani kejadian dugaan keracunan massal di Kudus itu, Pemerintah Kabupaten Kudus bersama TNI dan Polri bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh armada ambulans menuju SMA Negeri 2 Kudus guna mengevakuasi dan membawa para siswa ke rumah sakit terdekat.

 



Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026