Kota Bogor (ANTARA) - IPB University kini memiliki pusat riset multidisiplin untuk mempercepat solusi berbasis alam yang diberi nama IPB Centre for Applied Research in Nature-based Solutions (I-CAN).
Informasi yang diperoleh dari IPB University Kota Bogor, Minggu menyebutkan I-CAN hadir dalam menjawab tantangan perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan ketahanan pangan nasional.
Pusat riset I-CAN merupakan kolaborasi strategis IPB University dengan University of Waterloo, Kanada, melalui dukungan proyek Fincapes dari Global Affairs Canada.
Dewan Pengarah I-CAN, Prof Dodik Ridho Nurrochmat, menegaskan bahwa pendekatan solusi berbasis alam merupakan fondasi utama dalam pengelolaan lanskap berkelanjutan.
"Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai pengelola sekaligus penerima manfaat, sehingga pemulihan ekologi berjalan seiring dengan penguatan ketahanan sosial ekonomi," ujarnya.
Prof Dodik yang juga Dekan Sekolah Pascasarjana IPB University ini menambahkan, program perhutanan sosial merupakan wujud nyata prinsip solusi berbasis alam karena memberikan akses kelola lahan kepada masyarakat dan petani.
I-CAN, katanya, harus dimanfaatkan untuk memperkuat perhutanan sosial sebagai strategi nasional yang mendorong keberlanjutan, mitigasi iklim, ekonomi hijau, dan ketahanan pangan.
Sementara itu, Bill Duggan, Project Director Fincapes-University of Waterloo, Kanada, menekankan pentingnya kemitraan sebagai ruang belajar bersama.
“Fincapes hadir bukan hanya untuk membawa keahlian Kanada ke Indonesia, tetapi untuk membangun ruang belajar bersama," katanya.
Sementara dari Indonesia, menurut Bill, Kanada juga belajar bagaimana sains, komunitas, dan budaya dapat berpadu dalam mengelola lanskap.
Baca juga: IPB University memperkuat transformasi pembelajaran digital
Baca juga: IPB rancang kurikulum ekonomi biru
Baca juga: Majelis Wali Amanat pilih Alim Setiawan Slamet jadi Rektor IPB
