Medan (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sejumlah perairan di Sumatera Utara berpotensi diterjang gelombang tinggi pada 6 hingga 8 Agustus 2026 sebagai dampak masih adanya daerah belokan angin.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Christen Marpaung di Medan, Rabu, mengatakan terpantau aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby serta adanya daerah belokan angin dan konvergensi dapat mendukung aktivitas konvektif di wilayah Sumatera Utara.
Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat dan utara Sumatera juga berpotensi meningkatkan penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer.
Pola angin wilayah Sumatera Utara umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan angin berkisar 05-30 knot.
Baca juga: Siklon Bavi bergerak ke barat laut memicu angin-gelombang tinggi
Baca juga: BMKG prakirakan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan selatan Indonesia
Baca juga: Waspadai gelombang laut setinggi 2,5 meter di perairan NTT hingga 3 Juni 2026
Gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, dan perairan barat Kepulauan Nias.
Sementara gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan timur Kepulauan Nias, perairan barat Sumatera Utara, dan perairan Kepulauan Batu.
BMKG mengingatkan berbagai pihak, khususnya perahu nelayan jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter serta kapal ferry jika kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.
Pewarta: JuraidiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.