Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor memacu lebih banyak layanan dan solusi kesehatan bagi warga termasuk fertilitas hingga program bayi tabung.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim di Bogor, Senin, mengatakan perkembangan teknologi kesehatan tersebut memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat, khususnya pasangan suami istri yang membutuhkan penanganan masalah kesuburan.
"Jadi ini hebat, teknologi yang luar biasa. Mudah-mudahan ini menjadi solusi bersama. Saya ucapkan selamat dan harapannya ini juga menjadi pilihan bagi masyarakat di luar Kota Bogor," kata Dedie.
Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peluncuran Layanan Fertilitas Embria by Azra yang merupakan hasil kerja sama Rumah Sakit Azra Bogor dengan Morula IVF Indonesia.
Embria merupakan layanan fertilitas untuk menangani persoalan kesuburan pada perempuan maupun laki-laki, mulai dari konsultasi dan pemeriksaan hingga inseminasi serta program fertilisasi in vitro (IVF) atau bayi tabung.
Dedie mengatakan kehadiran layanan kesehatan yang semakin beragam dan didukung perkembangan teknologi turut membuka peluang Kota Bogor menjadi salah satu tujuan wisata medis atau medical tourism.
Menurut dia, pelayanan kesehatan tidak hanya berupa tindakan medis, tetapi juga mencakup konsultasi, upaya menjaga kesehatan, serta berbagai program kesehatan lainnya.
"Pada intinya Pemkot Bogor sangat mendukung berbagai inovasi baru untuk memberikan pelayanan lebih baik lagi kepada masyarakat," ujarnya.
Direktur RS Azra Bogor Irma Rismayanty mengatakan layanan Embria melengkapi layanan Maternity Center yang telah dimiliki rumah sakit tersebut.
Menurut Irma, layanan yang tersedia meliputi penanganan masalah kesuburan perempuan dan laki-laki, laparoskopi, histeroskopi, inseminasi, hingga program bayi tabung.
"Nah, Embria ini ada banyak layanan. Jadi yang pertama bisa mengatasi masalah kesuburan wanita, masalah kesuburan pria, bisa laparoskopi, bisa histeroskopi, bisa inseminasi, dan juga bisa bayi tabung," kata Irma.
Ia menjelaskan sebagian besar rangkaian pelayanan program bayi tabung dapat dilakukan di RS Azra Bogor melalui kerja sama dengan Morula IVF.
Sedangkan dua tahapan, yakni pengambilan sel telur atau ovum pick up dan transfer embrio, dilakukan di fasilitas Morula IVF di Margonda, Depok.
Irma menyebut dokter yang menangani pasien di RS Azra dan Morula IVF merupakan tim yang sama sehingga rangkaian pelayanan dapat dilakukan secara berkesinambungan.
Ia berharap RS Azra dapat menjadi rumah sakit satelit pelayanan IVF sehingga masyarakat di Kota dan Kabupaten Bogor serta sejumlah daerah di sekitarnya memiliki akses lebih dekat terhadap layanan fertilitas.
"Jadi layanan ini tidak hanya untuk Kota Bogor, tapi bisa Kabupaten Bogor, Cianjur, Ciawi, Sukabumi, itu enggak usah perlu jauh-jauh ke luar Kota Bogor. Jadi ke Azra dulu, karena hampir seluruh bagian besar di situ," ujarnya.
Chief Operating Officer PT Morula IVF Indonesia Sonny Adi Nugroho mengatakan kerja sama tersebut ditujukan untuk mempermudah pasangan suami istri memperoleh konsultasi dan penanganan masalah kesuburan.
Pasien, kata dia, dapat datang terlebih dahulu ke RS Azra untuk berkonsultasi dengan dokter dan menjalani sejumlah tahapan pelayanan. Pasien yang membutuhkan tahapan lanjutan kemudian menjalani prosedur tertentu di Morula IVF Margonda.
Setelah rangkaian tersebut selesai dan terjadi kehamilan, pasien dapat kembali mendapatkan pelayanan di RS Azra Bogor.
"Prosesnya bisa lebih cepat dan ditangani dengan lebih mudah. Setelah itu, dengan adanya kerja sama ini, proses-proses kelanjutan sampai ke Morula di Margonda, dan kemudian proses kehamilannya tetap kembali lagi ke Rumah Sakit Azra," kata Sonny.
Pewarta: M Fikri SetiawanEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.