Sigi, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Relawan Orang dan Alam (ROA) melakukan penanaman 1.300 bibit pohon secara serentak di empat titik di Kabupaten Sigi, Parigi Moutong dan Kota Palu guna menjaga kelestarian alam.
“Menjaga hutan berarti menjaga stabilitas iklim dan kualitas udara untuk generasi mendatang,” kata Kepala UPTD Tahura Sulteng Edy Sitorus di Sigi, Jumat.
Ia menjelaskan bahwa bibit yang ditanam memiliki nilai ekologis penting bagi keberlanjutan hutan di Sulawesi Tengah dan mengajak masyarakat turut merawatnya secara berkelanjutan.
Menurut dia, pohon yang ditanam bukan sekadar tanaman, melainkan investasi ekologis jangka panjang. Karena itu, melalui kegiatan penanaman tersebut, ia berharap peserta dapat mengenal pohon endemik Sulawesi Tengah.
Baca juga: Asdepamsi tanam 100 pohon di kawasan Puncak Bogor jaga ekosistem air bersih
Baca juga: Eiger Adventure Land Bogor jadi lokasi utama tanam pohon nasional Menko PMK-BNPB
“Pohon-pohon yang kita tanam merupakan investasi ekologis bagi masa depan. Lewat aksi ini, saya berharap para peserta juga memperoleh pengetahuan tentang pohon-pohon endemik Sulawesi Tengah, seperti kayu amara dari Kabupaten Toli-Toli dan kayu linggua dari Buol,” katanya.
Kegiatan penanaman ini diinisiasi oleh Relawan Orang dan Alam dan didukung Yayasan KEHATI melalui program Solusi Pengelolaan Lanskap Darat dan Laut Terpadu di Indonesia (SOLUSI), hasil kerja sama Bappenas dan Pemerintah Jerman (BMUV)
Koordinator kegiatan penanaman, Urib, mengatakan bahwa penanaman pohon serentak di empat titik ini merupakan langkah kolaboratif menghadapi pemanasan global.
“Ini adalah gerakan berkelanjutan yang melibatkan semua pihak. Kesadaran lingkungan tidak akan tumbuh tanpa aksi nyata,” ujarnya.
Baca juga: Kepala BNPB sebut hari ini serentak tanam 216.070 pohon di Pulau Jawa
Ia mengatakan kegiatan ini menjadi bukti komitmen dan sinergi lintas wilayah dalam menjaga kelestarian hutan serta memperkuat aksi menghadapi krisis iklim.
Penanaman 1.300 pohon di empat titik ini, yakni Tahura Kapopo Ngatabaru dan Loru di Kabupaten Sigi, Poboya dan Kawatuna di Kota Palu, serta Desa Oncone Raya di Parigi dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia.
Sebanyak 1.300 bibit pohon yang ditanam terdiri atas 600 bibit cendana, 200 bibit kopi, dan 500 bibit mangrove yang disebar di empat lokasi tersebut.
Di Kawasan Wisata Tahura Kapopo Ngata Baru sebanyak 65 peserta yang terdiri dari instansi pemerintah, akademisi, komunitas, hingga kelompok masyarakat turut melakukan penanaman pohon.
Ia menambahkan di Desa Oncone Raya, Kecamatan Parigi, jenis tanaman yang dipilih adalah mangrove karena kondisi pesisir yang membutuhkan vegetasi untuk memperkuat ekosistem laut serta mencegah abrasi.
