Kota Bogor (ANTARA) - Wali Kota Bogor, Jawa Barat, Dedie A Rachim mengatakan bahwa aglomerasi di kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) telah memiliki moda transportasi kelas dunia dan untuk itu dibutuhkan upaya menyamakan kualitas transportasi publik Jabodetabek yang semakin maju dan modern.
"LRT sudah sampai Bekasi, MRT akan tersambung ke Tangerang Selatan, Kereta Cepat, Transjakarta hingga Jaklingko. Kota Bogor harus menyetarakan diri dengan tetangga," kata Dedie A Rachim dalam keterangan yang diperoleh dari Diskominfo, Kota Bogor, Minggu.
Ia menyampaikan saat mengikuti Rakor Transportasi Terintegrasi dan Terpadu di Pemprov DKI Jakarta baru-baru ini, Pemkot Bogor tidak bisa berpangku tangan menunggu "durian runtuh" namun harus berupaya menyamakan kualitas transportasi publik Jabodetabek yang semakin maju dan modern.
Ia juga meminta Gubernur DKI Jakarta untuk menambah dua koridor bus Trans-Jakarta rute Kota Bogor ke Jakarta pulang pergi, dari yang sekarang hanya ada satu untuk koridor Botani - Blok M pulang pergi, ditambah lagi dengan dua koridor yakni Ciawi - SCBD (atau Senayan) dan Terminal Bubulak ke Sudirman.
Ia menyebutkan Trans-Jakarta koridor Botani ke Blok M p.p sudah pada angka 6.000 penumpang per hari.
Mobilitas warga Bogor dan sekitarnya ke Jakarta dan sebaliknya bagi pengguna transportasi publik harian sangat terbantu dengan moda transportasi kereta commuterline Jabodetabek, yang dari seluruh relasi dari dan ke statiun tujuan dan sebaliknya, yang telah menembus angka satu juta penumpang per hari selama semester I tahun 2025. Rata-rata sekitar 51.913 orang naik dan 51.091 orang turun per hari kerja di Stasiun Bogor pada Juli 2025.
Pemkot Bogor juga mengusulkan sejumlah kawasan parkir dan menumpang (park and ride) yang merupakan mekanisme pengendara untuk memarkirkan kendaraan pribadinya di terminal dan berganti menumpang angkutan umum untuk mencapai tujuan. Lokasi yang diusulkan adalah Terminal Bubulak, depan Plaza Bogor, dan Terminal Baranangsiang.
Kota Bogor turut memprioritaskan upaya menurunkan volume kendaraan pribadi yang berangkat dari Kota Bogor menuju Jakarta, antara lain, dengan terus menerus mengimbau masyarakat mengubah kebiasaan untuk beralih menggunakan transportasi publik.
Dedie Rachim menyampaikan bahwa salah satu prioritas dalam hal penyediaan transportasi publik adalah kendaraan umum itu harus bisa memberikan kenyamanan, ketepatan waktu, dan memadai.
"Hal inilah yang masih harus dicari solusinya bersama-sama," katanya.
Baca juga: Bekasi sambut baik BRT Trans Jabodetabek rute Jakarta-Cikarang tunjang mobilitas warga
Baca juga: Pemkab Bogor kolaborasi atasi kemacetan Jabodetabek
