Jakarta (ANTARA) - Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih Jakarta Pusat hingga Senin siang masih merawat 13 korban ledakan di SMAN 72 Jakarta, di mana dua korban dirawat secara intensif dan sebelas lainnya di paviliun rumah sakit.
"Kami konfirmasi saat ini yang masih dirawat jumlahnya adalah 13 orang," kata Direktur Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih Jakarta Pusat Pradono Handojo di Jakarta, Senin.
Menurut dia, dari jumlah 13 korban ledakan yang terjadi di SMAN Jakarta pada Jumat (7/11) dua orang di antaranya masih di rawat di ruang "intensive care" karena kondisi yang mengharuskan mereka dapat perawatan di sana.
Baca juga: Belasan korban ledakan masih dirawat di RS Islam Jakarta
Intensive care adalah perawatan medis khusus untuk pasien kritis atau sakit parah yang memerlukan pengawasan ketat dan peralatan canggih untuk menunjang fungsi vital.
Untuk sebelas korban lainnya, kata dia, dirawat di kamar rawat inap dan kondisi mereka sudah semakin membaik dari awal kedatangan ke rumah sakit.
"Yang sebelas orang itu dirawat inap biasa. Sedangkan yang dua orang ini, satu di intensive care unit (ICU) dan satu di high care unit (HCU)," ujarnya.
Pradono menambahkan, dari awal kejadian hingga Senin siang RSIJ Cempaka Putih telah menerima sebanyak 49 orang dan tinggal 13 orang yang masih di rawat.
Baca juga: 67 pasien korban ledakan SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta sudah pulang dari rumah sakit
Dari 13 orang yang masih dirawat itu, satu di antaranya berusia di atas 18 tahun dan yang bersangkutan merupakan pedagang di kantin sekolah.
"Yang di atas 18 tahun ada satu yaitu pekerja di kantin sekolah," katanya.
