Kota Bogor (ANTARA) - Sekolah Islam Terpadu (SIT) Insantama Kota Bogor, Sabtu, menggelar Maca Expo ke-8 tahun 2025 bertema “Berliterasi untuk Bumi Lestari” sebagai puncak kegiatan literasi lingkungan yang melibatkan ratusan siswa dan peserta dari berbagai sekolah.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SIT Insantama, M. Iqbal Maulidi, menjelaskan bahwa pihaknya memilih fokus pada literasi lingkungan hidup untuk menumbuhkan kesadaran siswa terhadap isu keberlanjutan.
“Literasi tidak hanya bermakna membaca teks, tetapi juga membaca kehidupan dan lingkungan. Artinya, bukan hanya menghasilkan karya buku, tetapi juga melakukan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya di sela kegiatan SIT Insantama.
Kegiatan Maca Expo tahun ini menghadirkan berbagai aktivitas edukatif, seperti talk show, pameran, lomba, wahana edukasi, panggung kreasi, pengumpulan minyak jelantah, serta bazar yang ramai dikunjungi masyarakat sejak pagi. Seluruh siswa SIT Insantama, sebanyak 498 orang, berperan sebagai panitia dengan tugas di berbagai bidang, mulai dari panggung, lomba, hingga kebersihan.
Ajang tahunan ini diikuti oleh 347 peserta lomba bertema literasi lingkungan yang berasal dari SD dan SMP di Kota Bogor, bahkan beberapa dari Jakarta. Para peserta memperebutkan Piala Wali Kota Bogor, yang juga dapat menjadi nilai tambahan (japres) bagi siswa yang ingin melanjutkan ke sekolah negeri.
Iqbal menuturkan, kegiatan Maca Expo tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi gerakan literasi berkelanjutan yang menanamkan kepedulian terhadap bumi.
“Kota Bogor diharapkan menjadi mercusuar literasi, dan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung program ‘Bogor Bersih’,” katanya.
Sebagai bagian dari gerakan literasi lingkungan, siswa SIT Insantama juga mengumpulkan minyak jelantah untuk diolah menjadi biodiesel. Program ini terlaksana melalui kerja sama dengan lembaga T-Care, di mana sekolah berperan sebagai pengumpul dan T-Care bertanggung jawab atas proses pengolahan.
“Minyak jelantah yang terkumpul dihargai sekitar Rp7.000 per liter, dan hasilnya kami gunakan untuk mendukung kegiatan literasi, khususnya penerbitan buku karya siswa,” jelas Iqbal.
Tahun ini SIT Insantama berhasil menerbitkan delapan buku karya siswa sebagai hasil dari program literasi berkelanjutan.
Ia menambahkan, pengumpulan minyak jelantah tidak hanya berlangsung pada hari kegiatan, melainkan menjadi gerakan yang berkelanjutan dengan melibatkan orang tua siswa. Panitia menargetkan dapat mengumpulkan sekitar 15 hingga 20 liter minyak dalam waktu dekat.
Iqbal menegaskan bahwa Maca Expo menjadi media pembelajaran kontekstual bagi siswa untuk menerapkan nilai-nilai literasi dalam kehidupan nyata.
“Anak-anak belajar memimpin, berkomunikasi, dan berkolaborasi. Kami ingin mereka memahami literasi sebagai wujud nyata menjaga bumi,” katanya.
Baca juga: Pra-Maca Expo: Berawal dari literasi menuju bumi lestari
Baca juga: Wali Kota Bogor lepas 100 siswa Insantama long march hingga Cianjur
