Jakarta (ANTARA) - Pihak Nadiem Makarim, tersangka kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek tahun 2019–2022, membantah bahwa grup WhatsApp (WA) bernama ‘Mas Menteri Core Team’ sengaja dibuat dengan tujuan mewujudkan pengadaan Chromebook.
“Saya mau tegaskan bahwasanya grup WhatsApp itu dibuat untuk mendiskusikan gagasan tentang penggunaan teknologi di bidang pendidikan,” kata kuasa hukum Nadiem Makarim Tabrani Abby dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Abby, sapaan akrabnya, menerangkan bahwa grup WhatsApp tersebut dibuat Nadiem dalam rangka mempersiapkan gagasan pemberdayaan teknologi dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah sebagai bagian visi Nawacita dan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) 2019–2024.
“Grup ini dibuat sebagai realisasi dari Nawacita (visi misi) dan/atau arahan Presiden Joko Widodo waktu itu,” katanya.
Grup tersebut, kata dia, sudah dibuat sebelum Nadiem menjabat sebagai menteri dengan nama ‘Edu Org’. Selain itu, ada pula grup bernama ‘Education Council’.
Setelah Nadiem diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pada tahun 2019, nama grup ‘Edu Org’ diubah menjadi ‘Mas Menteri Core Team’.
Abby menyebut, grup ‘Mas Menteri Core Team’ berisi orang-orang yang ahli di bidang pendidikan dan di bidang IT, termasuk staf khusus Nadiem saat itu, yakni Jurist Tan dan Fiona Handayani.
Baca juga: Kejagung respons keputusan PN Jaksel yang tolak praperadilan Nadiem Makarim
Baca juga: KPK panggil Nadiem Makarim pada 7 Agustus
