Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan menyambut kolaborasi strategis antara Linet, produsen tempat tidur perawatan asal Eropa dan perusahaan nasional DV Medika untuk memproduksi alat kesehatan berteknologi tinggi di Indonesia.
Langkah ini menjadi fasilitas produksi pertama Linet di luar benua Eropa sekaligus menandai kepercayaan terhadap kapasitas manufaktur nasional.
“Kementerian Kesehatan menyambut baik kerja sama antara DV Medika dan Linet yang selaras dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan nasional di bidang alat kesehatan,” kata Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, L. Rizka Andalucia dalam keterangan resmi Linet di Jakarta, Kamis.
Baca juga: 71 nakes penugasan khusus optimalkan layanan kesehatan Kalteng
Baca juga: Kemenkes sebut setahun Prabowo-Gibran, layanan kesehatan semakin luas dan adil
Ia menegaskan bahwa produksi lokal perangkat berteknologi tinggi seperti tempat tidur perawatan premium merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang percepatan penggunaan produk dalam negeri.
Kerja sama ini, lanjut dia, tidak hanya memperkuat kapasitas produksi nasional, tetapi juga diharapkan mendorong alih teknologi dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“Upaya seperti ini penting untuk memastikan keberlanjutan ekosistem industri alat kesehatan di Indonesia agar lebih mandiri, berdaya saing global, dan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat dengan lebih cepat dan efisien,” ujarnya.
Kemitraan Linet–DV Medika akan memproduksi empat jenis tempat tidur rumah sakit premium di fasilitas DV Medika di KEK Kendal, Jawa Tengah. Produk tersebut menggabungkan teknologi Eropa dengan fitur keselamatan pintar dan konektivitas digital untuk mendukung transformasi rumah sakit menuju Smart Hospital di Indonesia.
Baca juga: Kemenkes berupaya perluas cakupan Prolanis ke perusahaan
CEO DV Medika Steven Lee mengatakan kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi industri alat kesehatan nasional. “Kami tidak hanya menghadirkan produk berstandar internasional, tetapi juga membangun ekosistem manufaktur yang mampu bersaing secara global,” katanya.
Managing Director Linet Asia Olivier Declemy menilai Indonesia memiliki potensi besar sebagai basis produksi dan inovasi di Asia Tenggara.
“Kami yakin kerja sama ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap transformasi sistem kesehatan nasional,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut menjadi tonggak penting menuju kemandirian alat kesehatan nasional serta penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri kesehatan.
Pewarta: Ida NurcahyaniUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026