Banjarmasin (ANTARA) - Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk mendukung program wajib belajar (Wajar) 13 tahun dan satu tahun prasekolah.
Salah satu dukungan terhadap Program Wajar 13 tahun tersebut melalui Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas Pokja Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Kalsel.
Ketua Pokja Bunda PAUD Kalsel Masrufah Syarifuddin dalam keterangan di Banjarbaru, Senin, menegaskan pentingnya harmonisasi antar Pokja Bunda PAUD sebagai ujung tombak peningkatan mutu pendidikan usia dini di daerah.
“Kegiatan ini menjadi forum penting untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta memastikan sinergi antar-Pokja Bunda PAUD kabupaten/kota dan provinsi,” ujar Masrufah.
Dijelaskan, kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam mendukung kebijakan nasional Wajar 13 Tahun dan Satu Tahun Pra-Sekolah, sekaligus mendorong terwujudnya Gerakan PAUD Berkualitas (PAUD Bermutu) di daerah.
Dia menekankan sejumlah tujuan utama kegiatan ini, di antaranya meningkatkan koordinasi dan kerja sama lintas wilayah, mengembangkan program PAUD berbasis kebutuhan lokal, mendorong peran serta masyarakat dalam mendukung kebijakan pendidikan, dan melakukan evaluasi dan pengawasan implementasi program PAUD secara menyeluruh.
Menurutnya, peran Bunda PAUD bukan hanya seremonial, tetapi sebuah amanah mulia yang membutuhkan kemampuan, keikhlasan, dan kasih sayang.
“Di tangan para Bunda PAUD, masa depan bangsa ini ditentukan. Dari anak-anak yang mereka dampingi akan lahir generasi berakhlak, cerdas, dan cinta Tanah Air,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, juga menyampaikan bahwa saat ini tingkat partisipasi anak usia PAUD di Kalsel masih berada di angka 51 persen.
Baca juga: Ini dari Kemendikdasmen soal kewajiban satu tahun prasekolah sebelum SD
Baca juga: Pekalongan sukseskan program wajib belajar 13 tahun
