Banjarmasin (ANTARA) - Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan (Dispar Kalsel) memperkuat kapasitas Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) yang berada di Kampung Purun, Kota Banjarbaru guna mendukung pariwisata berbasis konservasi dan berkelanjutan di Geopark Meratus.
Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Wisata Dispar Kalsel Musrefinah Lediya dikonfirmasi di Banjarmasin, Kamis, mengatakan penguatan kapasitas pokdarwis itu diselenggarakan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Destinasi Pariwisata Geopark Meratus 2025.
"Bimtek tersebut melibatkan pokdarwis dan masyarakat setempat untuk memperkuat peran mereka dalam mendukung Geopark Meratus yang telah diakui UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa) sebagai Global Geopark," kata Musrefinah.
Musrefinah mewakili Kepala Dispar Kalsel Iwan Fitriady, mengatakan pokdarwis dan masyarakat lokal merupakan garda terdepan dalam mengembangkan sektor pariwisata, khususnya di kawasan Geopark Meratus, karena itu peran mereka dinilai penting.
Baca juga: Kalsel edukasi pengelolaan Geopark Meratus
Baca juga: Syamsudin Noor berhias Geopark Meratus
“Mereka memiliki peran penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai lokal, meningkatkan daya tarik destinasi, serta menciptakan ikatan emosional dengan wisatawan melalui pengalaman berwisata yang berkesan hingga dapat diceritakan kembali,” ujar Musrefinah.
Melalui peningkatan kapasitas tersebut, Musrefinah mengharapkan para peserta dapat memahami tata kelola destinasi wisata berbasis geopark secara baik, sekaligus menggali potensi wisata yang ada di wilayahnya agar dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Pengelola Geopark Meratus serta praktisi kepariwisataan yang memberikan materi dan pendampingan teknis kepada peserta.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengembangan dan Pembinaan Destinasi Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporbudpar) Kota Banjarbaru Silfiana Wahidah Hilmi menilai kegiatan tersebut penting untuk memperkuat kapasitas pelaku pariwisata lokal.
Baca juga: Kalsel berkesempatan kenalkan wisata Geopark Meratus ke 12 negara pada Pamor Borneo 2025
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat menyerap pengetahuan dan keterampilan praktis tentang bagaimana mengelola destinasi wisata berbasis geopark secara profesional, kreatif, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Diketahui, Geopark Meratus telah memperoleh pengakuan UNESCO sebagai Global Geopark karena dinilai sebagai kawasan warisan alam dan budaya berharga dengan keunikan geologi, keanekaragaman hayati, serta budaya lokal yang perlu dijaga dan dilestarikan.
Kota Banjarbaru memiliki peran strategis dalam pengembangan Geopark Meratus karena menjadi salah satu pintu gerbang menuju Pegunungan Meratus.
Kampung Purun termasuk tiga klaster Geopark Meratus di wilayah Banjarbaru, sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang terampil, peka terhadap kearifan lokal untuk mengelola serta berorientasi pada pariwisata berkelanjutan.
