Banjarmasin (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui UPTD Laboratorium Lingkungan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2026 dan ke depan menjadi laboratorium rujukan.
Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Kalsel Masliyana menjelaskan apabila laboratorium di kabupaten/Kota mengalami kelebihan beban layanan, maka pengujian dapat dirujuk ke tingkat provinsi.
“Laboratorium lingkungan melayani pengujian air, udara, dan tanah, untuk mengetahui kualitas lingkungan. Selain itu kami juga menyusun kebijakan teknis operasional, program kerja, melakukan koordinasi dan pembinaan ke 13 kabupaten/kota, pengaturan serta pengendalian pelayanan, hingga monitoring, evaluasi dan pelaporan,” kata Masliyana di Banjarbaru, Kamis.
Baca juga: Madiun akreditasi laboratorium lingkungan
Baca juga: DLH Natuna ambil sampel air di sejumlah lokasi untuk mengetahui kualitas lingkungan
Pihaknya juga melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan pimpinan dalam rangka mendukung fungsi pengawasan dan perlindungan lingkungan hidup di Kalsel.
Dia mengemukakan tahun 2026 UPTD Laboratorium Lingkungan menargetkan PAD sebesar Rp1,8 miliar, meningkat dari target tahun sebelumnya sebesar Rp1,7 miliar. Bahkan pada tahun berikutnya ditargetkan kembali naik menjadi Rp1,9 miliar.
Meski demikian capaian tahun sebelumnya belum sepenuhnya memenuhi target. Dari target Rp1,7 miliar, realisasi yang dicapai sekitar Rp1,49 miliar lebih atau 87,66 persen.
Menurut Masliyana, belum tercapainya target tersebut dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya tingginya kompetisi antar laboratorium di Kalsel.
“Di Kalsel ini banyak laboratorium, tidak hanya swasta tetapi juga milik pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Selain itu laboratorium provinsi tidak memiliki wilayah kerja khusus, sementara perusahaan-perusahaan berada di kabupaten/kota yang juga memiliki laboratorium sendiri,” jelasnya.
Baca juga: Laboratorium Lingkungan Barito Utara pertahankan akreditasi
Menghadapi tantangan tersebut, UPTD Laboratorium Lingkungan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target PAD 2026. Salah satunya dengan meningkatkan promosi layanan, baik melalui grup pelanggan, komunikasi langsung dengan perusahaan-perusahaan, maupun pemanfaatan media sosial.
Selain itu keberadaan gedung baru laboratorium, kata dia, diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan. Namun demikian Masliyana menegaskan gedung baru saja tidak cukup untuk mendongkrak PAD tanpa didukung sarana prasarana dan SDM yang memadai.
“Gedung baru tidak otomatis meningkatkan PAD kalau tidak diiringi penambahan peralatan dan sumber daya manusia. Kami berharap dalam APBD Perubahan nanti usulan penambahan alat dapat disetujui pemerintah daerah,” tambahnya.
Dengan berbagai strategi tersebut pihaknya optimistis mampu meningkatkan kinerja pelayanan sekaligus mencapai target PAD yang telah ditetapkan.
Pewarta: Imam Hanafi/MCProvkalselUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026