pemkot-targetkan-100-persen-bebas-buta-huruf
Sukabumi, 19/3 (Antara) - Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan 100 persen warganya di tahun ini bisa bebas buta aksara atau huruf dan sampai saat ini warga yang sudah melek aksara mencapai 99 persen.

"Saat ini warga Kota Sukabumi yang belum melek huruf rata-rata sudah lanjut usia, tetapi dari pendataan yang kami lakukan mayoritas lansia sudah bisa minimalnya membaca dan berhitung," kata Wali Kota Sukabumi, Muslikh Abdussyukur kepada Antara, Selasa.

Menurut Muslikh, agar target tersebut tercapai pihaknya melakukan berbagai upaya dan membuat progam unggulan di sektor pendidikan seperti memberikan pendidikan gratis, beasiswa dan lan-lain. Dan saat ini jenjang pendidikan dari SD sampai SMP seluruhnya sudah gratis kecuali sekolah yang berstatus swasta.

Lebih lanjut, ke depannya juga pihaknya akan menggratiskan sampai tingkat SMA, walaupun saat ini belum gratis secara 100 persen tetapi biaya pendidikan di Kota Sukabumi khusus untuk SMA sudah sangat terjangkau. Bahkan bagi mereka yang tidak mampu pun disediakan beasiswa asalkan si anak tersebut mau melanjutkan sekolah.

"Selain itu, upaya lainnya untuk memberantas buta huruf ini, kami pun membuat progam mulai dari pendidikan usia dini agar setiap anak yang bersekolah sudah diajarkan baca, tulis dan menghitung dengan cara penyampaiannya disesuaikan dengan si anak," tambahnya.

Dikatakan Muslikh, dengan progam pendidikan yang berkualitas maka angka masyarakat yang masih buta huruf akan dengan cepat bisa diberantas. Bahkan dari pendataan yang dilakukan pihaknya, rata-rata lama sekolah warga Kota Sukabumi sudah mencapai 11,7 tahun.

Ini menandakan, bahwa pemerintah sangat peduli terhadap dunia pendidikan, selain itu semakin sedikitnya warga yang buta huruf juga dilihat dari semakin gemarnya warga membaca seperti media massa atau koran maupun informasi lainnya.

"Kami yakin target ini bisa tercapai di tahun ini, maka dari itu perlu adanya juga kerjasamanya dari seluruh elemen masyarakat untuk mengartikan bahwa dunia pendidikan tersebut sangat penting untuk masa depan," kata Muslikh.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Ayep Supriatna mengatakan pihaknya terus berupaya menciptkan dunia pendidikan yang berkualitas dan lulusannya berkompeten. Pendidikan berkualitas tersebut mulai dari pendidikan anak usia dini sampai jenjang tertinggi atau minimalnya SMA.

"Khusus untuk memberantas buta huruf, kami punya progam unggulan seperti membiasakan gemar membaca, menyediakan perpustakaan keliling dan sosialisasi kepada masyarakat. Dan saat ini hanya tinggal di bawah satu persen saja warga Kota Sukabumi yang masih buta huruf itu pun rata-rata sudah lanjut usia," kata Ayep.



Aditya




:

COPYRIGHT © ANTARA 2026