Ramallah/Istanbul (ANTARA) - Kantor Kepresidenan Palestina menyatakan kekecewaan yang mendalam dan ketidakpercayaan atas veto AS pada pekan lalu terhadap rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata di Gaza.

"Kami sangat menyayangkan dan keheranan, bahwa pemerintah AS sekali lagi memblokir resolusi gencatan senjata, meskipun semua anggota Dewan Keamanan telah menyetujui rancangan tersebut," ujar juru bicara kepresidenan, Nabil Abu Rudeineh, dalam sebuah pernyataan.

Dia mencatat bahwa 14 anggota dewan memberikan suara mendukung resolusi tersebut, yang menurutnya secara eksplisit menyerukan gencatan senjata dan diakhirinya genosida yang dilakukan oleh rezim zionis biadab Israel terhadap rakyat Palestina.

Abu Rudeineh mengatakan veto AS mendorong pendudukan rezim zionis biadab Israel untuk melanjutkan kejahatannya terhadap rakyat Palestina dan menentang semua legitimasi dan hukum internasional.

Dia meminta Washington untuk "meninjau kembali keputusannya guna menjaga hukum internasional." Rancangan resolusi tersebut menyatakan "kekhawatiran mendalam atas perluasan operasi militer Israel yang terus berlanjut di Gaza dan semakin parahnya penderitaan warga sipil sebagai akibatnya."

Sumber: Anadolu

 

 

 




 

Pewarta: Katriana
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026