Bekasi (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan dan sosial Qudwah Indonesia kembali meluncurkan program tahunan bertajuk 'Misi Qurban Strengthening 2026' dengan fokus memperkuat jangkauan distribusi kepada masyarakat di wilayah krisis seperti Palestina, Afrika, Timur Tengah, Asia hingga pelosok Indonesia.
Presiden Direktur Qudwah Indonesia Lukman Hakim di Bekasi, Rabu, mengatakan tema Qurban Strengthening 2026 diangkat sebagai bentuk komitmen menghadirkan qurban yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak konflik, kemiskinan maupun krisis pangan.
"Tahun ini kami ingin qurban bukan hanya menjadi ibadah ritual, tetapi juga menjadi penguat harapan bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi situasi sulit di berbagai belahan dunia," katanya.
Dia menjelaskan Qudwah Indonesia tahun ini memperluas cakupan distribusi qurban internasional dari tahun sebelumnya menyasar warga Palestina ditambah hingga menjangkau lebih banyak wilayah krisis dunia.
"Jawaban kemanusiaan hari ini bukan hanya Palestina, tetapi juga bagaimana membantu wilayah-wilayah lain yang membutuhkan, termasuk Indonesia," katanya.
Direktur Program Qudwah Indonesia Erwan Zaenal menjelaskan program qurban tahun ini dibagi ke dalam tiga klaster distribusi utama mencakup Palestina, Afrika dan global sebagai langkah strategis membersamai serta menguatkan sesama.
Distribusi qurban pada klaster Palestina terfokus di wilayah Gaza, Tepi Barat hingga wilayah pengungsian Palestina di Mesir, Suriah, Lebanon maupun Yordania.
Bantuan qurban untuk wilayah Gaza akan dikirim dalam bentuk produk daging kaleng siap saji yang diproduksi melalui Rumah Potong Hewan (RPH) Muslim di India sebelum didistribusikan ke Gaza. Sementara Tepi Barat dan Al-Quds, distribusi melalui penyembelihan langsung hewan qurban bagi masyarakat setempat.
"Adapun bagi pengungsi Palestina di Mesir, Suriah, Lebanon dan Yordania, distribusi dalam bentuk daging beku agar bantuan tetap dapat menjangkau masyarakat di tengah situasi darurat kemanusiaan. Khusus di Mesir, kami akan hadir langsung untuk melakukan penyembelihan dan distribusi," katanya.
Selanjutnya klaster global akan menjangkau berbagai wilayah di Indonesia dan negara-negara Asia serta Timur Tengah. Distribusi dilakukan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Nusa Tenggara Timur, Solok hingga Kepulauan Sula di Maluku Utara.
Deputi Head of Fundraising Qudwah Indonesia Gerdiansyah Winandi mengatakan timnya akan turun langsung ke Kepulauan Sula untuk memastikan distribusi qurban menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.
"Kepulauan Sula memiliki tantangan geografis yang cukup berat karena berbentuk kepulauan dengan akses transportasi dan logistik yang masih terbatas. Dampaknya, akses pangan masyarakat juga cukup sulit," ujarnya.
Qudwah Indonesia secara khusus akan menyembelih dua ekor sapi sebagai bagian dari distribusi qurban untuk masyarakat di daerah 3T tersebut. "Kami akan mengawal langsung proses qurban mulai dari persiapan hingga distribusi kepada masyarakat," katanya.
Selain Indonesia, klaster global turut menjangkau Filipina, Thailand dan Yaman yang saat ini dinilai masih menghadapi persoalan kemanusiaan dan keterbatasan pangan sehingga membutuhkan perhatian bersama.
Sementara pada klaster Afrika, distribusi qurban akan dilakukan di Negara Somalia, Sudan, Chad hingga Burkina Faso yang selama ini menghadapi persoalan kelaparan, konflik hingga keterbatasan akses pangan.
Qudwah Indonesia tahun ini membuka beberapa skema program qurban adaptif yang dapat diakses masyarakat luas, di antaranya Qurban Palestina A (Gaza) berupa produk daging kerbau kaleng siap saji seharga Rp4.500.000 untuk 1/7 bagian.
Qurban Palestina B (pengungsian Suriah, Lebanon dan Yordania) berupa daging frozen seharga Rp2.800.000 untuk 1/7 bagian. Qurban global (Yaman, Thailand, Filipina dan Indonesia) berupa satu ekor kambing atau 1/7 sapi seharga Rp2.500.000.
Selanjutnya, Qurban Afrika (Somalia, Sudan, Chad dan Burkina Faso) berupa 1/7 sapi dengan harga Rp1.850.000. Serta sedekah daging kaleng Gaza, paket donasi fleksibel mulai Rp200.000 untuk pengiriman daging siap saji dalam kemasan kaleng ukuran 800 gram.
Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas publik, Qudwah Indonesia juga menghadirkan sistem pelacakan digital melalui platform trequ.qudwahindonesia.id. Melalui platform tersebut, pequrban dapat memantau proses penyediaan hewan, penyembelihan hingga distribusi qurban secara real time.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.