Kota Bogor (ANTARA) - Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan menjenguk korban musibah ambruknya bangunan majelis taklim di Ciomas, Kabupaten Bogor, yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, Selasa.

Dalam kunjungannya, Rudi menyebut terdapat 12 warga yang hingga kini masih dirawat akibat insiden pada Minggu (7/9) pagi saat kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ia mengaku langsung menanyakan kondisi korban satu per satu.

"Alhamdulillah walaupun ada keluhan, tapi tim dokter sudah memberikan yang terbaik, baik obat-obatan maupun perawatan," katanya. Ia menambahkan Polri bersama pemerintah daerah dan rumah sakit akan terus memastikan penanganan korban berjalan optimal.

Rudi menegaskan musibah tersebut menjadi keprihatinan bersama dan membutuhkan kepedulian banyak pihak. Ia menyampaikan terima kasih atas kerja sama Pemkab Bogor, Pemkot Bogor, pihak rumah sakit, serta unsur TNI-Polri dalam penanganan korban.

 

Kapolda pun meminta doa agar para korban segera pulih. "Semoga saudara-saudara kita ini cepat sembuh, cepat pulih, dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa," ujarnya.

Terkait dugaan kelalaian dalam peristiwa tersebut, ia menegaskan pihak kepolisian masih memprioritaskan penanganan korban. "Fokus utama kami adalah penyelamatan dan menolong korban, karena ini panggilan kemanusiaan," katanya menegaskan.

Berdasarkan laporan terbaru Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Bogor, total korban mencapai 158 jiwa. Dari jumlah tersebut, 55 orang telah dipulangkan, 40 orang berada di rumah masing-masing, 59 orang masih dirawat, dan empat orang meninggal dunia.

Empat korban meninggal masing-masing bernama Irni Susanti warga Desa Sukamakmur, Ulan dan Nurhayati warga Desa Sukaluyu Kecamatan Tamansari, serta Yuli warga Desa Sukamakmur. Seluruh korban sebelumnya sempat dirawat di beberapa rumah sakit di Kota dan Kabupaten Bogor.

 

BPBD Kabupaten Bogor melaporkan, sebagian besar korban sempat mendapat penanganan di RSUD Kota Bogor, RS PMI, RS Medika Dramaga, RS Ummi, RS Ciawi, dan sejumlah klinik. Beberapa korban yang mengalami luka berat dirujuk ke rumah sakit rujukan di Jakarta.

Bangunan yang ambruk diketahui merupakan Majelis Taklim Asobiyah di Kampung Ciapus, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas. Peristiwa terjadi ketika ratusan jamaah tengah mengikuti acara maulid di lantai dua bangunan tersebut.

BPBD menyebut penyebab ambruknya bangunan diduga karena struktur konstruksi yang tidak kokoh menahan beban. Tim gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, serta relawan telah melakukan evakuasi, pembersihan material, dan kaji cepat di lokasi.(KR-MFS)



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026