Cianjur (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menargetkan setiap kelurahan dan desa di daerah itu memiliki bank sampah guna mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah menjadi uang seperti di Kelurahan Sawahgede.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 DLH Kabupaten Cianjur Prihadi Wahyu Santosa di Cianjur, Kamis, mengatakan bank sampah ditunjang kebiasaan warga memilah sampah terbukti memperkecil beban Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Mekarsari yang menampung 350 ton sampah per hari.
“Ketika sampah dipilah dan dikelola melalui bank sampah dari lingkungan tempat tinggal dapat menjadi penghasilan bagi warga, seperti yang dilakukan 60 orang warga di Kelurahan Sawahgede, sehingga dapat menekan jumlah sampah yang dibuang ke TPAS Mekarsari setiap harinya," kata dia.
Keberadaan bank sampah tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi dapat memperpanjang usia TPAS Mekarsari di Kecamatan Cikalongkulon, ditambah warga memperoleh manfaat ekonomi dari hasil tabungan sampah.
"Kami akan memperluas inisiatif serupa ke desa dan kelurahan lain dengan menjadikan Bank Sampah Baraya Kelurahan Sawahgede sebagai model keberhasilan, sehingga dapat diikuti dan contoh bagi kelurahan dan desa lainnya," kata dia.
Baca juga: Gianyar Bali optimalkan 48 bank sampah
Baca juga: DLH Mimika sediakan bank sampah di 21 kelurahan dan desa
Baca juga: 387 RW di Jakarta Pusat telah miliki pengurus bank sampah
