Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menegaskan pernyataan yang menyebutkan obat cacing bisa menyebabkan penyakit hepatitis adalah hoaks.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram H Emirald Isfihan di Mataram, Senin, mengatakan, tidak ada kandungan dari obat cacing tersebut yang bisa menyebabkan hepatitis.
"Hal itu sesuai dengan hasil penelitian yang sudah dilakukan sebagai dasar ilmiah," katanya.
Pernyataan itu disampaikan menyikapi adanya hoaks yang tersebar pada sejumlah media sosial yang menyebutkan obat cacing bisa menyebabkan penyakit hepatitis.
Menurutnya, dalam pelaksanaannya pemberian obat cacing diberikan minimal satu kali per enam bulan, dengan dosis tunggal atau cukup satu kali.
Pemberian obat cacing dilaksanakan melalui program pemberian obat massal (PPOM) dengan dosis tunggul. Untuk anak usia 1-2 tahun diberikan setengah tablet sedangkan anak di atas usia dua tahun diberikan satu tablet.
"Sejauh ini pemberian obat cacing tidak ada efek negatif terhadap kesehatan," katanya.
