Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan pemerintah mengintensifkan upaya konservasi Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) pada dua blok di lahan hibah Presiden Prabowo Subianto, yang dimulai dengan pendataan populasi.
"Sekarang sedang mendata ulang," kata Menhut Raja Juli kepada wartawan usai rapat membahas Inisiatif Konservasi Gajah Peusangan (Peusangan Elephant Conservation Initiative/PECI) di Aceh Tengah dalam rapat di Jakarta, Kamis.
Dia menjelaskan dari 90 ribu hektare luas Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dimiliki Presiden Prabowo Subianto, terdapat dua blok yang memiliki populasi gajah. Di blok pertama memiliki luasan 21 ribu hektare dan blok kedua sekitar 14 ribu hektare.
Dalam kerja sama Kementerian Kehutanan, Pemerintah Inggris, WWF-Indonesia, dan sektor swasta untuk konservasi di lahan 20 ribu hektare yang dihibahkan Presiden untuk Program PECI itu, terus diintensifkan guna menjaga populasi gajah yang ada dan menghindari interaksi negatif dengan masyarakat.
PECI sudah bekerja di blok kedua dengan jumlah gajah di wilayah itu mencapai sekitar 40-50 ekor, sedangkan di blok satu terdapat sekitar 27 ekor gajah.
Pewarta: Prisca Triferna ViolletaEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026