Kairo (ANTARA) - Otoritas dalam negeri Gaza mendesak dihentikannya penerjunan bantuan kemanusiaan via udara karena justru dapat memperburuk situasi di Jalur Gaza dan menimbulkan korban jiwa baru.
"Menerjunkan bantuan kemanusiaan menyebabkan peningkatan korban jiwa di kalangan masyarakat akibat berdesak-desakan saat saling berebut bantuan. Di beberapa kasus, bahkan ada korban tewas," kata Kementerian Dalam Negeri Gaza dalam pernyataannya, Rabu.
"Terlebih, kontainer bantuan yang diterjunkan kerap mendarat di bangunan tempat tinggal dan tenda pengungsian sehingga menimbulkan korban jiwa di kalangan wanita dan anak-anak," menurut kementerian tersebut.
Di tengah kelangkaan pangan akut di Gaza, metode pengiriman bantuan melalui udara menyebabkan kekacauan dan meningkatkan korban jiwa, kata Kementerian Dalam Negeri.
"Satu-satunya cara untuk menghentikan krisis kemanusiaan ini adalah dengan membuka semua titik perbatasan darat demi memastikan bantuan kemanusiaan dan pangan (melalui darat) mengalir tanpa halangan," demikian pernyataan otoritas di Gaza itu.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 23 Juli lalu melaporkan peningkatan pesat kasus kematian akibat malanutrisi di Jalur Gaza.
Sumber: Sputnik
Baca juga: UEA, Yordania, Prancis dan Jerman kirim bantuan ke Gaza
Baca juga: Truk bantuan terbalik di Gaza, 20 warga Palestina tewas
