Medan (ANTARA) - Personel Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) menggunakan helikopter untuk mengirim logistik kebutuhan warga di desa terisolir akibat bencana alam.
"Air drop itu merupakan langkah cepat untuk memastikan warga di titik yang terisolasi, agar tetap mendapatkan bantuan meskipun akses darat belum memungkinkan," ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan di Medan, Minggu.
Ferry mengatakan pengiriman logistik dilakukan di lokasi terdampak paling parah yakni Desa Pagaran Lambung, Kecamatan Adian Koting, di Kabupaten Tapanuli Utara, Kemudian Desa Naga Timbul dan Desa Nauli di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Baca juga: Ratusan paket sembako, genset hingga satelit tiba di Sumut
Baca juga: Pemerintah gelar modifikasi cuaca tekan risiko bencana susulan di Sumatera
Lebih lanjut ia mengatakan bantuan yang dijatuhkan melalui udara terdiri dari bahan makanan cepat saji, beras, air mineral, perlengkapan kebersihan, selimut, serta kebutuhan darurat lainnya untuk masyarakat yang sudah beberapa hari terisolasi tanpa pasokan logistik.
Ferry mengatakan tiga desa tersebut menjadi fokus pengiriman dari udara, karena kondisi jalur darat masih tidak memungkinkan dilalui baik kendaraan roda empat maupun roda dua.
"Hal ini diakibatkan material longsor yang masih menimbun jalan, jembatan yang putus, serta kontur wilayah yang rawan pergerakan tanah," katanya.
Baca juga: Presiden Prabowo perintahkan A400 bawa bantuan, prioritaskan ibu, bayi dan lansia
Ia mengatakan upaya pengiriman dari udara akan terus dilakukan selama jalur darat belum pulih dan selama masyarakat masih membutuhkan suplai logistik.
“Kami akan terus menambah titik distribusi udara jika diperlukan. Prinsipnya, keselamatan warga adalah prioritas. Polri hadir untuk memastikan setiap bantuan tersalurkan,” ucapnya.
Pelaksanaan air drop di tiga titik tersebut berjalan aman, terukur, dan mendapat respons haru dari masyarakat yang menyaksikan langsung paket bantuan diturunkan dari udara.
Dengan operasi udara ini, Polda Sumut memastikan penanganan bencana dilakukan menyeluruh, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara agar seluruh korban bencana mendapatkan bantuan yang layak tanpa terkecuali.
