Istanbul (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri Palestina, Sabtu (12/7) menyerukan intervensi internasional untuk menghentikan aksi teror yang biadab oleh pemukim ilegal Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Seruan tersebut disampaikan setelah dua pemuda Palestina tewas dalam serangan yang dilakukan oleh pemukim ilegal di kota Sinjil, wilayah utara Ramallah, Jumat (11/7) malam.

Salah satu korban, Saif al-Din Kamel Abdul Karim Muslat (23 tahun), adalah warga negara ganda Palestina-Amerika yang tewas akibat dipukuli oleh pemukim ilegal.

Korban lainnya, Mohammed al-Shalabi (23 tahun), meninggal dunia setelah tertembak di bagian dada. Kementerian Kesehatan Palestina telah mengonfirmasi kedua kematian tersebut.

Kementerian menyerukan kepada komunitas internasional untuk “mengakhiri standar ganda” dalam menyikapi penderitaan rakyat Palestina, serta mengambil “langkah-langkah yang diperlukan guna menegakkan resolusi legitimasi internasional dan menghentikan kejahatan teroris milisi pemukim di Tepi Barat.”

Kejahatan pemukim ilegal digambarkan sebagai bentuk “terorisme negara yang terorganisir” yang selaras dengan kebijakan resmi Israel, dengan tujuan memperluas kolonisasi melalui dukungan dan perlindungan terhadap kelompok militan pemukim.

Sejak dimulainya perang genosida Israel di Jalur Gaza, setidaknya 998 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 7.000 lainnya terluka di Tepi Barat akibat kekerasan yang dilakukan oleh pasukan Israel dan para pemukim ilegal, menurut data Kementerian Kesehatan Palestina.

Sumber: Anadolu

Baca juga: PBB sebut sejak Mei 798 warga Palestina tewas saat antre bantuan di Gaza
Baca juga: Hamas klaim serangan baru terhadap tentara Israel



Pewarta: Primayanti
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026