Kendari (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hugua menyebut Festival Liangkabori merupakan inovasi Kabupaten Muna, mempromosikan wisatanya dengan berbasis budaya dan menggerakan ekonomi kreatif.
Wagub Sultra Hugua saat dihubungi di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa Festival Liangkabori tersebut menjadi momentum penting bagi Kabupaten Muna untuk memperkenalkan wisatanya dan memperkuat identitas budaya daerah.
“Budaya lama dan budaya sekarang sudah menyatu menjadi hasanah yang bukan sekadar kenangan masa lalu, tetapi menjadi bagian dari kehidupan dan ekonomi masyarakat. Jika ini berjalan secara simultan, saya percaya Sulawesi Tenggara bisa menjadi sokoguru ekonomi penting di sektor pariwisata nasional,” kata Hugua saat menghadiri pembukaan Festival Liangkabori 2025 di Muna.
Hugua menjelaskan bahwa melalui pariwisata dapat menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat setempat dan memberikan kontribusi pada pendapatan daerah.
Festival ini dirancang untuk memperkenalkan kepada masyarakat atau pun wisatawan mengenai beberapa situs bersejarah yang terdapat di Goa Liangkabori seperti gambar dan lukisan dinding yang merepresentasikan kehidupan masa lampau yang berbentuk flora, fauna, telapak tangan, dan perahu.
"Liangkabori adalah salah satu situs peradaban kuno yang diyakini telah ada sejak 60 ribu tahun sebelum masehi. Hal ini diperkuat oleh hasil penelitian dari Gravity University," ucap Hugua.
Pewarta: La Ode Muh. Deden SaputraEditor : Feru Lantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026