Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Sebanyak 60 warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengikuti program pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Tambun Utara dengan fokus keterampilan administrasi perkantoran, tata boga serta tata rias yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat.
Pelatihan kerja angkatan kedua 2025 yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bekasi ini tidak hanya menyasar anak-anak muda setempat, melainkan juga merangkul para istri anggota TNI dengan tujuan memperluas keterampilan mereka di bidang tata rias.
"Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama 16 hari dan saya minta segenap peserta bisa serius mengikuti setiap sesi," kata Plt Kepala Disnaker Kabupaten Bekasi Maman Badruzaman di Cikarang, Jumat.
Baca juga: Disnaker Bekasi gandeng swasta berikan pelatihan kerja siswa SMK
Ia mengatakan peserta pelatihan dibagi menjadi tiga bagian sesuai fokus keterampilan dengan masing-masing berjumlah 20 orang, baik untuk administrasi perkantoran, tata boga maupun tata rias. Seluruh peserta merupakan warga asli Kabupaten Bekasi.
Ia berharap seluruh peserta dapat menyerap ilmu secara optimal dari setiap sesi pelatihan yang dilaksanakan, sehingga ketika selesai nanti sudah dinyatakan siap untuk terjun ke dunia industri.
"Mereka sudah dinyatakan siap bekerja di perusahaan industri maupun mampu membuka lapangan pekerjaan baru dengan mengembangkan sektor usaha mikro, kecil dan menengah," ucap dia.
Baca juga: 1.070 calon naker Kabupaten Bekasi siap ikuti pelatihan
Maman mengaku Disnaker Kabupaten Bekasi memiliki rekam jejak positif dalam program serupa. Pada tahun 2024, program ini melibatkan 1.000 peserta dan 800 peserta diantaranya berhasil diserap sebagai pegawai di berbagai perusahaan.
Anggota Dewan Pengupahan Apindo Kabupaten Bekasi Agus Riyanto mengatakan Apindo mendukung seluruh aktivitas BLK dan siap bersinergi tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi juga jangka panjang.
Dia mengatakan Apindo juga memiliki visi besar untuk membangun karir kedua bagi para pekerja, bahkan bagi mereka yang telah memasuki usia pensiun dini. Salah satunya, melalui kolaborasi pelatihan yang difasilitasi pemerintah daerah.
Baca juga: Disnaker Bekasi siap cetak SDM profesional tekan angka pengangguran
"Setelah karyawan pensiun diharapkan memiliki bekal memadai untuk mendirikan UMKM guna meningkatkan kesejahteraannya. Membangun sebuah bisnis yang bisa menghidupi dirinya dan keluarga," katanya.
Ketua Aliansi Buruh Bekasi Melawan, Sarino menyoroti peran penting program pelatihan ini sebagai salah satu solusi efektif dalam mengatasi masalah pengangguran di wilayah Kabupaten Bekasi.
"Ini menjadi salah satu solusi mengatasi pengangguran. Melalui pelatihan dengan materi dan program di dalamnya dapat mencetak generasi yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru di Kabupaten Bekasi," kata dia.
