ribuan-nelayan-sukabumi-tidak-melaut
Sukabumi, 2/1 (ANTARA) - Ribuan nelayan Sukabumi, Jawa Barat tidak melaut karena cuaca buruk dan masuk musim paceklik ikan yang akibatnya nelayan memilih bekerja di darat dari pada mencari ikan di laut khawatir terjadi sesuatu saat melaut.

"Sekitar 60 persen dari 15 ribu nelayan yang ada di Sukabumi tidak melaut, akibatnya hasil tangkapan ikan menurun drastis hingga 80 persen," kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Sukabumi, Dede Ola kepada ANTARA, Rabu.

Menurut Dede, nelayan yang masih bisa melaut adalah nelayan yang menggunakan kapal-kapal besar seperti congkreng, hand line dan rumpon. Sementara untuk kapal-kapal kecil seperti payang sudah sangat sulit menembus tinggil gelombang laut. Jika dipaksakan melaut khawatir terjadi sesuatu atau kecelakaan kepada nelayan tersebut.

Selain itu, alasan lain nelayan tidak melaut karena hasil tangkapan ikan yang sangat minim dan hasilnya tidak akan sebanding dengan ongkos atau biaya untuk sekali melaut, sehingga banyak nelayan yang memilih bekerja di darat seperti menjadi buruh bangunan atau membetulkan kapal dan jaring yang rusak.

"Musim paceklik ikan ini juga mempengaruhi harga ikan laut, bahkan ada harga ikan yang melonjak dua kali lipat. Diprediksi kondisi seperti ini akan terjadi sampai pertengahan tahun, tetapi kami berharap musim paceklik dan angin barat tidak berlangsung lama," tambahnya.

Dikatakannya, untuk mengurangi beban nelayan pihaknya saat ini tengah mengusahakan bantuan untuk para nelayan seperti pembagian beras dari Dinas Kelautan dan Perikanan dan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi yang rutin diberikan kepada nelayan kecil saat kondisi paceklik ikan.

Selain itu, dengan tidak melautnya ribuan nelayan ini produksi ikan setiap harinya hanya maksimal 10 ton yang biasanya mencapai 50 ton. Bahkan jika musim banjir ikan setiap harinya produksi ikan laut segar bisa mencapai 200 ton.

"Kami saat ini terus mengusahakan agar nelayan bisa mendapatkan penghasilan selama musim paceklik ini," kata Dede.

Sementara, koordinator nelayan, Adang menambahkan kondisi seperti ini sudah terjada dalam satu bulan terakhir. Nelayan pun sudah banyak yang tidak melaut karena masuk musim angin barat yang mempengaruhi ketinggian gelombang laut ditambah sulitnya mendapatkan ikan.

"Sehingga untuk saat ini banyak nelayan yang istirahat atau tidak melaut, hanya nelayan-nelayan kapal besar saja yang masih bisa melaut," tambahnya.



Aditya




:

COPYRIGHT © ANTARA 2026