Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Sebagian warga di perbatasan Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso yang berada di sekitar Pondok Pesantren Mahfilud Dluror dan Ponpes Salafiyah Syafi'iyah di Desa Suger Kidul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Mingu, merayakan Lebaran lebih awal dari penetapan pemerintah. 

Ratusan orang dari jamaah dua pondok pesantren itu terlihat memadati masjid yang berada di dalam pesantren untuk melaksanakan shalat Id dengan mendapatkan pengamanan dari aparat Kepolisian Sektor Jelbuk karena lokasinya berada di perbatasan dengan lalu lintas yang cukup padat.

"Kami memang puasa lebih awal yakni pada 28 Februari 2025 berdasarkan kitab salaf Nushatul Majaalis wa Muntahobul Nafaais yang diterapkan sejak tahun 1826 dengan sistem khumasi, sehingga genap kami berpuasa 30 hari," kata Pengurus Ponpes Salafiyah Syafi'iyah, Irwanto di Desa Suger Kidul.

"Hampir setiap tahun memang penetapan awal puasa dan 1 Syawal berbeda dengan pemerintah atau lebih awal," tuturnya.

Selama ini tidak ada paksaan kepada warga sekitar pondok pesantren untuk mengikuti hasil ijtihad di ponpes tersebut karena masyarakat bebas memilih dalam merayakan Lebaran 2025, namun sebagian jamaah yang mengikuti shalat Id tersebut berasal dari Kabupaten Jember dan Bondowoso.

Baca juga: Menag: Jadikan Idul Fitri serempak perkuat kebersamaan
Baca juga: Pemerintah tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriyah pada Senin 31 Maret 2025
Baca juga: Jamaah An-Nadzir Gowa rayakan Idul Fitri 1446 Hijriyah lebih awal
Baca juga: Jamaah Naqsabandiyah di Kota Bima NTB gelar shalat Idul Fitri dua hari lebih cepat



Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026