Alhamdulillah kami diberi untuk mencoba kelimanya, dan memang unggul semua, tapi kami ingin lihat mana yang paling banyak menghasilkan dan paling bagus.
Cikarang (Antaranews Megapolitan) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat melakukan uji coba lima varietas benih padi unggul yang tahan pada musim pancaroba untuk meningkatkan produksi gabah kering panen yang berkualitas.

"Alhamdulillah kami diberi untuk mencoba kelimanya, dan memang unggul semua, tapi kami ingin lihat mana yang paling banyak menghasilkan dan paling bagus," kata Kepala Seksi Produksi Bidang Tamanan Pangan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bekasi Ade Winata di Cikarang, Senin.

Ade menyatakan untuk meningkatkan produksi gabah kering panen dari 573.929 ton pada tahun 2017, naik sekitar 5 persen menjadi kurang lebih 600 ton gabah perlu menyeleksi benih unggul yang siap menghadapi perubahan cuaca yang sangat sering atau disebut pancaroba.

Dari lima varietas yang ditawarkan, empat di antaranya sudah terbukti menghasilkan gabah kering panen yang cukup berkualitas baik.

Varietas tersebut ialah kelompok benih Padi Green Super Rice (GSR) yakni Inpari 31 Agritan GSR, Inpari 32 Agritan GSR, Inpari 33 Agritan GSR dan Inpari 43 Agritan GSR.

Sedangkan satu lagi, varietas benih padi unggul Inpari 42 Agritan GSR masih menunggu stok dari pemerintah pusat untuk diuji coba petani.

Menurutnya sejauh ini verietas Inpari 31 dan 43 terbukti telah menghasilkan gabah yang berkualitas dengan perhitungan satu kuintal gabah kering panen bisa menjadi 58 kilogram (Kg) sampai 62 Kg.

Dikatakannya, setelah semua jenis benih itu diuji coba langsung pada lahan petani, maka barulah Pemkab Bekasi bisa menyimpulkan langkah selanjutnya dalam upaya meningkatkan hasil produksi gabah itu.

Karena tingkat kecocokan benih dengan lahan persawahan masing-masing daerah berbeda satu sama lain.

Sedangkan untuk perhitungan persentase jumlah potensi lahan sawah masih akan dibahas bersama Perda sebanyak 33 hektare lahan abadi.

"Inpari 43 itu menghasilkan gabah lebih sedikit, hanya 58 Kg, tapi berasnya pulen, untuk pembahasan lahan kita lihat besok (Selasa, 6/3) bisa tergambar di rapat Perda lahan abadi," ujar Ade.

Pewarta: Linna Susanti & Mayolus Fajar D
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026