Karawang (ANTARA) - Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyatakan realisasi luas tambah tanam hingga April 2016 sudah mencapai 18.339 hektare sebagai upaya mengejar target produksi gabah di tahun ini.
Kepala Bidang Sarana Pertanian, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Mahmud di Karawang, Senin menyampaikan perluasan lahan tambah tanam dilakukan untuk mengejar target produksi gabah pada tahun 2026 yang mencapai 1,42 juta ton.
Hingga saat ini, pihaknya terus mendorong penambahan luas tambah tanam, dan sampai April ini realisasi luas tambah tanam dilaporkan mencapai 18.339 hektare, tersebar di 30 kecamatan sekitar Karawang.
Disebutkan capaian realisasi luas tambah tanam itu cukup positif, karena ditargetkan pihaknya harus melakukan penambahan luas lahan tanam hingga mencapai 23 hektare.
Berdasarkan data, luas lahan baku tanaman padi di wilayah Karawang itu mencapai sekitar 101 ribu hektare.
"Perluasan luas tambah tanam ini penting buat kami, karena di antara tujuannya ialah untuk mencapai target," kata dia
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Karawang terus melakukan berbagai langkah percepatan, termasuk koordinasi dengan penyuluh pertanian dan kelompok tani guna memastikan optimalisasi masa tanam.
Menurut dia, penambahan luas lahan tanam padi di Karawang cukup bermanfaat untuk mengejar produksi padi.
Jika 1 hektare lahan dari hasil penambahan luas tambah tanam bisa memproduksi 5 hingga 8 ton gabah kering panen per hektar, itu hasilnya cukup signifikan untuk mendongkrak produksi padi di wilayah Karawang.
Sementara itu, kegiatan panen padi di Karawang pada April 2026 sudah berlangsung di 23 kecamatan, dengan luas panen mencapai 12.531 hektare.
Dari luasan tersebut, potensi produksi gabah kering panen diproyeksikan berada di kisaran 5 hingga 8 ton per hektare.
Pewarta: M.Ali KhumainiEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026