• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News bogor
Selasa, 3 Februari 2026
Antara News bogor
Antara News bogor
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Terapi oral untuk obesitas mengemuka di tengah peningkatan kasus penyakit tidak menular

      Terapi oral untuk obesitas mengemuka di tengah peningkatan kasus penyakit tidak menular

      2 jam lalu

      Yayasan Mangrove Indonesia Lestari luncurkan Mangrove impact Fellowship 2026

      Yayasan Mangrove Indonesia Lestari luncurkan Mangrove impact Fellowship 2026

      2 jam lalu

      Indonesia komitmen perkuat akses keadilan untuk perempuan dan anak

      Indonesia komitmen perkuat akses keadilan untuk perempuan dan anak

      4 jam lalu

      Seskab: Presiden ingatkan pemimpin untuk mengabdi kepada rakyat

      Seskab: Presiden ingatkan pemimpin untuk mengabdi kepada rakyat

      4 jam lalu

      Kementan perkuat regenerasi petani melalui pendidikan vokasi pertanian

      Kementan perkuat regenerasi petani melalui pendidikan vokasi pertanian

      5 jam lalu

  • Kabar Daerah
      • Bogor Update
      • Depok Update
      • Sukabumi Update
      • Bekasi Update
      • Purwasuka Update
      Sebelum ada arahan Presiden, Pemkot Bogor sudah tertibkan 61 baliho

      Sebelum ada arahan Presiden, Pemkot Bogor sudah tertibkan 61 baliho

      4 jam lalu

      Bupati Bogor tegaskan kesiapan daerah dukung agenda Presiden

      Bupati Bogor tegaskan kesiapan daerah dukung agenda Presiden

      4 jam lalu

      Presiden Prabowo ingatkan pimpinan BUMN lama berpotensi dipanggil Kejaksaan

      Presiden Prabowo ingatkan pimpinan BUMN lama berpotensi dipanggil Kejaksaan

      9 jam lalu

      Presiden soroti semrawutnya baliho dan kabel di sejumlah daerah

      Presiden soroti semrawutnya baliho dan kabel di sejumlah daerah

      11 jam lalu

      Baznas Depok salurkan Rp315 juta untuk dukung program kesejahteraan masyarakat

      Baznas Depok salurkan Rp315 juta untuk dukung program kesejahteraan masyarakat

      10 jam lalu

      Wakil Ketua DPRD Depok ingatkan layanan publik harus tetap optimal meski tiap Kamis WFH

      Wakil Ketua DPRD Depok ingatkan layanan publik harus tetap optimal meski tiap Kamis WFH

      30 Januari 2026 11:32

      Satlantas Polrestro Depok bersama Dishub lakukan ramp check kendaraan di depo bus

      Satlantas Polrestro Depok bersama Dishub lakukan ramp check kendaraan di depo bus

      30 Januari 2026 09:14

      Layanan publik Depok normal, meski terapkan WFH

      Layanan publik Depok normal, meski terapkan WFH

      29 Januari 2026 20:56

      Damkar Kabupaten Sukabumi tingkatkan kemampuan personel tangani bencana kebakaran

      Damkar Kabupaten Sukabumi tingkatkan kemampuan personel tangani bencana kebakaran

      3 jam lalu

      Momentum satu abad NU, Pemkab Sukabumi perkuat sinergi dengan Ulama

      Momentum satu abad NU, Pemkab Sukabumi perkuat sinergi dengan Ulama

      14 jam lalu

      Produksi listrik PLTM Cicatih tembus 37,6 juta kwh pada 2025

      Produksi listrik PLTM Cicatih tembus 37,6 juta kwh pada 2025

      30 Januari 2026 18:00

      Kabupaten Sukabumi komitmen perkuat layanan publik ramah cepat dan transparan

      Kabupaten Sukabumi komitmen perkuat layanan publik ramah cepat dan transparan

      30 Januari 2026 17:19

      Pria terjatuh di Kali Bekasi ditemukan meninggal

      Pria terjatuh di Kali Bekasi ditemukan meninggal

      4 jam lalu

      Baznas Bekasi bantu pemerintah salurkan bantuan korban banjir secara berkelanjutan

      Baznas Bekasi bantu pemerintah salurkan bantuan korban banjir secara berkelanjutan

      4 jam lalu

      Tim SAR sisir Kali Bekasi cari seorang korban tenggelam

      Tim SAR sisir Kali Bekasi cari seorang korban tenggelam

      19 jam lalu

      Tim URC Kabupaten Bekasi gerak cepat perbaiki jalan rusak

      Tim URC Kabupaten Bekasi gerak cepat perbaiki jalan rusak

      20 jam lalu

      Polres Karawang hadirkan tim trauma healing untuk warga terdampak banjir

      Polres Karawang hadirkan tim trauma healing untuk warga terdampak banjir

      4 jam lalu

      BPBD Subang sampaikan agar warga terus tingkatkan waspada bencana banjir

      BPBD Subang sampaikan agar warga terus tingkatkan waspada bencana banjir

      5 jam lalu

      Pengelola Tol Cipali sisir titik jalan berlubang seiring tingginya curah hujan

      Pengelola Tol Cipali sisir titik jalan berlubang seiring tingginya curah hujan

      9 jam lalu

      Kondisi jalan berlubang di Karawang jadi penyebab kecelakaan

      Kondisi jalan berlubang di Karawang jadi penyebab kecelakaan

      20 jam lalu

  • Kesehatan
    • Wamenkes sebut karantina kesehatan harus diperkuat cegah virus Nipah

      Wamenkes sebut karantina kesehatan harus diperkuat cegah virus Nipah

      2 jam lalu

      Siasat mendidik anak supaya terhindar dari pelecehan seksual

      Siasat mendidik anak supaya terhindar dari pelecehan seksual

      4 jam lalu

      Prabowo terima Wamenkes Benjamin bahas soal pemberantasan TBC

      Prabowo terima Wamenkes Benjamin bahas soal pemberantasan TBC

      4 jam lalu

      Tujuh temuan WHO soal virus nipah dalam publikasi DONs

      Tujuh temuan WHO soal virus nipah dalam publikasi DONs

      11 jam lalu

      Pemkab Lebak minta masyarakat waspada penyebaran virus Nipah

      Pemkab Lebak minta masyarakat waspada penyebaran virus Nipah

      14 jam lalu

  • Iptek
    • IPB University bekali TNI perkuat ekosistem ketahanan pangan

      IPB University bekali TNI perkuat ekosistem ketahanan pangan

      2 jam lalu

      UI luncurkan Migrant Center beri perlindungan dan pendampingan pekerja migran

      UI luncurkan Migrant Center beri perlindungan dan pendampingan pekerja migran

      10 jam lalu

      Dua siswi SMAN 1 Bantaeng Sulsel raih emas di ajang STEM Thailand

      Dua siswi SMAN 1 Bantaeng Sulsel raih emas di ajang STEM Thailand

      11 jam lalu

      Mendiktisaintek sebut kualitas riset tentukan persaingan kampus RI di dunia

      Mendiktisaintek sebut kualitas riset tentukan persaingan kampus RI di dunia

      11 jam lalu

      Menteri Brian Yuliarto dan AHY berikan orasi ilmiah di acara Dies Natalis UI ke-76

      Menteri Brian Yuliarto dan AHY berikan orasi ilmiah di acara Dies Natalis UI ke-76

      14 jam lalu

  • Artikel
    • Pekerja anak dan wajah berbeda kerentanan sosial

      Pekerja anak dan wajah berbeda kerentanan sosial

      2 jam lalu

      Menguak paradoks efek kopi terhadap kolesterol tubuh

      Menguak paradoks efek kopi terhadap kolesterol tubuh

      8 jam lalu

      Menguji ketangguhan Chery C5 CSH Hybrid dari Jakarta-Semarang

      Menguji ketangguhan Chery C5 CSH Hybrid dari Jakarta-Semarang

      11 jam lalu

      Biometrik: kedaulatan digital atau akhir bagi anonim?

      Biometrik: kedaulatan digital atau akhir bagi anonim?

      15 jam lalu

      Mengubur mentalitas "Nebeng Haji"

      Mengubur mentalitas "Nebeng Haji"

      19 jam lalu

  • Lingkungan Hidup
    • Damkar padamkan kebakaran lahan seluas empat hektare di Bintan-Kepri

      Damkar padamkan kebakaran lahan seluas empat hektare di Bintan-Kepri

      2 jam lalu

      Kementerian Kehutanan dukung konservasi dua jenis babi kutil endemik Indonesia

      Kementerian Kehutanan dukung konservasi dua jenis babi kutil endemik Indonesia

      4 jam lalu

      Hingga hari ke-10, Tim SAR berhasil evakuasi 83 kantong jenazah longsor Cisarua

      Hingga hari ke-10, Tim SAR berhasil evakuasi 83 kantong jenazah longsor Cisarua

      4 jam lalu

      Kementerian Lingkungan Hidup kirim tim ke lokasi munculnya asap kuning di pabrik Cilegon

      Kementerian Lingkungan Hidup kirim tim ke lokasi munculnya asap kuning di pabrik Cilegon

      11 jam lalu

      Pemprov DKI Jakarta kembali lakukan modifikasi cuaca hari ini

      Pemprov DKI Jakarta kembali lakukan modifikasi cuaca hari ini

      11 jam lalu

  • Wisata
    • BPS Jabar sebut kebijakan pemerintah tingkatkan kunjungan wisata akhir 2025

      BPS Jabar sebut kebijakan pemerintah tingkatkan kunjungan wisata akhir 2025

      2 jam lalu

      Jumlah kunjungan ke wisata Kota Tua naik sejak ada syuting Lisa Blackpink

      Jumlah kunjungan ke wisata Kota Tua naik sejak ada syuting Lisa Blackpink

      6 jam lalu

      155.351 wisatawan kunjungi destinasi wisata Bantul sepanjang Januari 2026

      155.351 wisatawan kunjungi destinasi wisata Bantul sepanjang Januari 2026

      11 jam lalu

      Dinparbud Bangka tingkatkan kunjungan wisatawan 34 persen

      Dinparbud Bangka tingkatkan kunjungan wisatawan 34 persen

      12 jam lalu

      Destinasi wisata Aceh Tamiang masih lumpuh pasca-bencana

      Destinasi wisata Aceh Tamiang masih lumpuh pasca-bencana

      14 jam lalu

  • Internasional
    • Presiden Iran perintahkan lanjutkan negosiasi nuklir dengan AS

      Presiden Iran perintahkan lanjutkan negosiasi nuklir dengan AS

      2 jam lalu

      Cuaca dingin di Polandia tewaskan lebih dari 50 orang

      Cuaca dingin di Polandia tewaskan lebih dari 50 orang

      11 jam lalu

      Jerman kecam aksi balasan Iran tetapkan militer UE sebagai teroris

      Jerman kecam aksi balasan Iran tetapkan militer UE sebagai teroris

      14 jam lalu

      AS buka opsi perundingan dengan Iran di tengah eskalasi Teluk

      AS buka opsi perundingan dengan Iran di tengah eskalasi Teluk

      14 jam lalu

      Menlu Iran negosiasi nuklir dengan AS masih mungkin dilakukan

      Menlu Iran negosiasi nuklir dengan AS masih mungkin dilakukan

      15 jam lalu

  • Olahraga
    • Maarten Paes bergabung dengan klub liga Ajax Amsterdam

      Maarten Paes bergabung dengan klub liga Ajax Amsterdam

      2 jam lalu

      Kemenpora tanggapi status Olympian Nurul Akmal jadi PPPK Paruh Waktu yang jadi sorotan publik

      Kemenpora tanggapi status Olympian Nurul Akmal jadi PPPK Paruh Waktu yang jadi sorotan publik

      11 jam lalu

      PBSI beri evaluasi terhadap Tiwi/Fadia meski juara Thailand Masters 2026

      PBSI beri evaluasi terhadap Tiwi/Fadia meski juara Thailand Masters 2026

      14 jam lalu

      City gagal pangkas jarak dari Arsenal setelah main imbang kontra Tottenham 2-2

      City gagal pangkas jarak dari Arsenal setelah main imbang kontra Tottenham 2-2

      19 jam lalu

      Aston Villa kalah 0-1 dari Brentford, Nottingham imbangi Crystal Palace

      Aston Villa kalah 0-1 dari Brentford, Nottingham imbangi Crystal Palace

      19 jam lalu

  • Foto
    • Banjir di Depok

      Banjir di Depok

      Kamis, 29 Januari 2026 6:50

      Penyintas bencana Lebak masih tinggal di huntara

      Penyintas bencana Lebak masih tinggal di huntara

      Selasa, 27 Januari 2026 7:08

      Aksi sosial pangkas rambut gratis di SDN Loji 2 Kota Bogor

      Aksi sosial pangkas rambut gratis di SDN Loji 2 Kota Bogor

      Jumat, 23 Januari 2026 10:54

      Pembangunan Pasar Petani Garuda di Kabupaten Bogor

      Pembangunan Pasar Petani Garuda di Kabupaten Bogor

      Kamis, 22 Januari 2026 10:03

      Perlintasan KRL Commuter terdampak banjir

      Perlintasan KRL Commuter terdampak banjir

      Selasa, 20 Januari 2026 6:39

  • Video
    • Bencana geologi melanda tiga wilayah di Kabupaten Bogor

      Bencana geologi melanda tiga wilayah di Kabupaten Bogor

      Sabtu, 31 Januari 2026 11:01

      Kopi sangrai gerabah, citarasa lembut dan manis alami yang terjaga

      Kopi sangrai gerabah, citarasa lembut dan manis alami yang terjaga

      Jumat, 30 Januari 2026 23:04

      RSUD ini punya Tim Respon Cepat 24 jam!

      RSUD ini punya Tim Respon Cepat 24 jam!

      Selasa, 27 Januari 2026 9:45

      100 tahun lebih RSUD R.Syamsudin, SH. makin lengkap dan modern

      100 tahun lebih RSUD R.Syamsudin, SH. makin lengkap dan modern

      Selasa, 27 Januari 2026 9:44

      Asal-usul nama RS Syamsudin, SH: Bukan dokter, tapi tokoh ini

      Asal-usul nama RS Syamsudin, SH: Bukan dokter, tapi tokoh ini

      Selasa, 27 Januari 2026 9:42

Gus Dur, Abdul Mu'ti, dan Libur sekolah Ramadhan

Rabu, 22 Januari 2025 8:34 WIB

Gus Dur, Abdul Mu'ti, dan Libur sekolah Ramadhan

Mendikdasmen Abdul Mu'ti usai menghadiri Tanwir 1 Aisyiyah di Jakarta, Rabu (15/1/2025). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari/am.

Jakarta (ANTARA) - Salah satu kutipan kalimat yang pernah disampaikan Gus Dur bahwa pendidikan tidak hanya sekadar mengajarkan kita untuk tahu, tetapi juga untuk peduli, tampaknya menjadi semakin relevan saat ini.

Di tengah kesibukan menjelang Ramadhan hadir dilema bagi umat Islam, terkait isu anak-anak yang harus menjalani puasa sambil belajar.

Sebagai bagian dari tradisi tahunan, Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan ego, nafsu, dan, bagi sebagian besar orang tua, ketegangan antara pendidikan dan ibadah.

Di tengah dilema ini, seorang tokoh besar, Presiden Gus Dur, muncul dengan sebuah kebijakan yang berani, meliburkan sekolah selama bulan Ramadhan.

Kebijakan ini tidak hanya menyoal pendidikan, tapi ini adalah cerminan dari bagaimana Gus Dur memandang pendidikan sebagai suatu entitas yang holistik, yang lebih dari sekadar pengejaran akademik.

Pada tahun 1999, kebijakan Gus Dur yang mengistirahatkan anak-anak dari kewajiban sekolah selama Ramadhan menjadi topik hangat.

Para pendidik dan orang tua terbagi dalam dua kubu besar yakni satu yang melihatnya sebagai langkah progresif untuk memperdalam nilai-nilai agama, dan satu lagi yang menganggapnya sebagai penghalang bagi kemajuan akademik.

Bagi Gus Dur, Ramadhan bukan hanya bulan untuk merenung dan beribadah, tetapi juga bulan untuk mendalami karakter, ketakwaan, dan empati terhadap sesama.

Namun, hari ini, bangsa ini dihadapkan pada wacana baru mengenai libur sekolah Ramadhan. Di tahun 2025, pemerintah kembali mempertimbangkan kebijakan serupa, tetapi dengan pendekatan yang berbeda. Menteri Pendidikan, Abdul Mu'ti, dengan jelas menegaskan bahwa libur sekolah selama Ramadhan bukanlah pilihan, dan sistem pembelajaran harus tetap berjalan meskipun ada penyesuaian waktu.

Ini menjadi perbandingan yang menarik antara masa Gus Dur dengan pemikiran Abdul Mu'ti dan bahkan pemimpin lain seperti Presiden Prabowo yang mungkin memiliki pandangan lebih pragmatis terhadap pendidikan.

Pendidikan bagi Gus Dur lebih dari sekadar persiapan menghadapi ujian atau mengejar angka.

Bagi Gus Dur, pendidikan adalah tentang mengasah karakter, memperdalam nilai spiritual, dan menciptakan individu yang cerdas secara emosional dan sosial, bukan hanya akademis.

Melalui kebijakan libur sekolah selama Ramadhan, Gus Dur mengingatkan semua bahwa pendidikan seharusnya mencakup semua aspek kehidupan, termasuk agama dan kebersamaan.

Libur sekolah selama sebulan memberi kesempatan bagi anak-anak untuk merenung dan memperdalam hubungan mereka dengan Tuhan.

Bulan Ramadhan, menurut Gus Dur, adalah waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai agama dan pengendalian diri.

Dalam suasana penuh refleksi dan ketenangan, anak-anak diberi ruang untuk tumbuh, belajar tentang kebersamaan, empati, serta kedewasaan.

Gus Dur melihat liburan ini sebagai kesempatan bagi mereka untuk menemukan kedalaman agama sekaligus memperbaiki karakter, yang lebih penting daripada sekadar pencapaian akademik.

Kebijakan ini menghadirkan sebuah tantangan yakni apakah bangsa ini bisa mempertahankan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan di tengah dunia modern yang cenderung praktis dan individualistis?

Mungkin pilihan untuk meliburkan sekolah selama Ramadhan terdengar tidak lagi relevan dalam konteks zaman sekarang, tetapi tetap penting untuk membangun fondasi karakter yang kuat. Pendidikan harus mengajarkan anak-anak untuk peduli terhadap diri mereka, orang lain, dan dunia mereka.

Tantangan yang dihadapi Gus Dur adalah bagaimana menyelaraskan antara pendidikan yang mempersiapkan anak-anak untuk dunia kompetitif dan pendidikan karakter yang membentuk mereka menjadi manusia yang lebih baik. Ini adalah pertanyaan yang masih relevan hingga kini.

Seiring waktu, kebijakan ini mungkin akan terus diperdebatkan. Namun, yang perlu diingat adalah esensi dari pendidikan, bagaimana masyarakat menyeimbangkan antara kebutuhan akademis dan kebutuhan spiritual untuk membangun karakter.

Gus Dur memberi bangsa ini warisan yang lebih penting yakni mendidik generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga kaya dalam nilai-nilai kemanusiaan.

Sebagaimana Gus Dur pernah berkata, "Pendidikan tidak hanya sekadar mengajarkan kita untuk tahu, tetapi juga untuk peduli." Inilah inti dari kebijakan libur Ramadhan, memberikan ruang bagi anak-anak untuk peduli termasuk peduli pada agama mereka, peduli pada sesama, dan peduli terhadap dunia mereka. Sebuah warisan yang tetap relevan meskipun menantang zaman.

Di masa Gus Dur, libur sekolah selama Ramadhan bukan hanya soal istirahat dari rutinitas akademik, tetapi lebih sebagai kesempatan untuk memperdalam nilai agama, memperkuat karakter, dan membangun hubungan spiritual.

Gus Dur memandang Ramadhan sebagai waktu yang tepat untuk pendidikan yang holistik, mengasah kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual secara seimbang.

Penyesuaian Pendidikan

Berbeda dengan Gus Dur yang melihat Ramadhan sebagai waktu untuk pembelajaran mendalam, Abdul Mu'ti lebih memilih pendekatan pragmatis. Bagi Mu'ti, Ramadhan bukan saat untuk berhenti belajar, melainkan waktu untuk penyesuaian.

Pemerintah menawarkan tiga opsi yakni libur penuh, libur sebagian, atau sekolah dengan penyesuaian durasi.

Di sini, diskursus tentang libur Ramadhan bergeser dari soal spiritualitas semata ke keseimbangan pragmatis antara pendidikan dan agama. Pendidikan tetap harus berjalan, namun dengan penyesuaian waktu yang memungkinkan siswa untuk tetap belajar meski dalam suasana Ramadhan.

Kebijakan ini, yang kembali diusung pada 2025, mencerminkan pragmatisme yang semakin mengemuka. Dunia pendidikan tidak bisa berhenti hanya karena Ramadhan datang. Penyesuaian ini, menurut Mu'ti, adalah solusi untuk menciptakan keseimbangan mengakomodasi kebutuhan akademis tanpa mengabaikan momen spiritual yang sangat penting.

Namun, apakah penyesuaian ini benar-benar solusi yang menjawab tantangan zaman? Ataukah masyarakat hanya terjebak pada paradigma pragmatis yang mengabaikan sisi kemanusiaan dalam pendidikan?

Gus Dur mengajarkan bahwa pendidikan bukan hanya soal angka dan prestasi, tetapi tentang membentuk karakter dan memperdalam nilai-nilai spiritual.

Pendidikan harus memberi ruang bagi siswa untuk tumbuh sebagai pribadi yang matang secara emosional dan spiritual.

Jika semua terlalu fokus pada kesiapan akademis, apakah masyarakat sudah memberi ruang yang cukup bagi anak-anak untuk berkembang sebagai individu dengan karakter yang kuat, empati, dan rasa tanggung jawab sosial?

Mu'ti menyarankan pendidikan yang tetap mengutamakan kesiapan akademis, dan memang ini solusi yang rasional menghadapi zaman yang bergerak cepat.

Namun, semua perlu bertanya, apakah dalam upaya ini sudah cukup memberikan perhatian pada nilai-nilai dasar pendidikan, yang mencakup pengembangan karakter dan hubungan sosial?

Pendidikan harus lebih dari sekadar persiapan untuk dunia akademik tapi ia harus membentuk individu yang cerdas dalam segala aspek kehidupan.

Perdebatan antara pendidikan akademis dan pendidikan karakter menciptakan perbedaan pandangan antara Gus Dur dan Abdul Mu'ti. Gus Dur, dengan kebijakan libur sekolah selama Ramadhan, ingin mengingatkan semua bahwa pendidikan bukan hanya tentang mempersiapkan generasi yang pintar, tetapi juga generasi yang bijaksana, empatik, dan memiliki pemahaman mendalam tentang kehidupan.

Di sisi lain, Abdul Mu'ti mengajukan solusi yang lebih pragmatis, penyesuaian jadwal agar pendidikan tetap berlangsung, meski dalam suasana Ramadhan.

Namun, di tengah situasi Indonesia saat ini, semua harus bertanya, bisakah bangsa ini menyeimbangkan keduanya?

Dunia yang penuh persaingan menuntut anak-anak kita untuk siap menghadapi tantangan global. Tapi, pendidikan bukan hanya soal kompetisi; ia juga tentang membentuk individu yang mampu menjaga nilai-nilai kemanusiaan.

Pendekatan pragmatis Mu'ti memang adaptif, tetapi pertanyaannya, apakah bangsa ini siap mengorbankan sisi kemanusiaan dan spiritualitas demi kemajuan akademis yang tanpa henti?

Bisakah pendidikan karakter dan pendidikan akademik benar-benar terpisah? Jawaban atas pertanyaan ini mungkin akan menentukan arah pendidikan Indonesia ke depan.

Sebagai bangsa yang kaya akan keberagaman, negeri ini harus bijaksana dalam merumuskan kebijakan pendidikan.

Apa yang cocok untuk sebagian siswa, mungkin tidak berlaku bagi yang lain. Penyesuaian yang ditawarkan Mu'ti memang praktis, tetapi apakah itu cukup untuk memberi ruang bagi pendidikan yang menyeluruh? Pendidikan yang menilai siswa tidak hanya berdasarkan nilai ujian, tetapi juga berdasarkan integritas, kedewasaan, dan kualitas kemanusiaan mereka?

Pada akhirnya, perdebatan ini bukan hanya soal kebijakan yang tepat, tetapi juga soal pandangan kita terhadap masa depan.

Gus Dur dan Abdul Mu'ti, meski dengan perspektif yang berbeda, memberikan negeri ini pilihan, apakah ingin mencetak generasi yang siap bersaing di kancah global, atau mendidik anak-anak kita untuk menjadi individu yang berkarakter, penuh kasih, dan siap menghadapi dunia dengan nilai-nilai luhur?

Yang pasti, pendidikan lebih dari sekadar ujian, angka, dan kompetisi. Ia adalah tentang membentuk generasi yang cerdas dalam berbagai aspek, akademis, sosial, dan spiritual.

Seperti yang pernah dikatakan Gus Dur, "Pendidikan yang sejati adalah pendidikan yang mengajarkan kita untuk peduli, bukan hanya tahu." Itulah pelajaran penting yang harus terus kita ingat di tengah perubahan zaman.

 

Jalan Tengah

Ramadhan adalah bulan penuh makna bagi umat Muslim, saat Ramadhan adalah waktu untuk refleksi, peningkatan ibadah, dan kedekatan dengan Tuhan.

Namun, di tengah tuntutan dunia modern, sering kali banyak yang terjebak dalam kontradiksi yang menguji kesabaran.

Gus Dur, melalui kebijakan libur sekolah selama Ramadhan, memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyelami nilai-nilai agama.

Keputusan ini, meskipun kontroversial, mencerminkan pandangannya bahwa pendidikan tidak hanya tentang mengejar angka dan prestasi, tetapi juga tentang pembentukan karakter yang utuh.

Namun, seiring berjalannya waktu, globalisasi menuntut untuk bersaing di kancah internasional. Pendidikan yang dulunya lebih menekankan pengembangan karakter kini semakin berfokus pada pencapaian akademik dan persiapan menghadapi dunia yang kompetitif.

Abdul Mu'ti dan para pemimpin pendidikan saat ini memilih pendekatan pragmatis, yakni Ramadhan tetap menjadi waktu untuk belajar, meskipun dengan penyesuaian waktu.

Tetapi, apakah bangsa ini terlalu cepat meninggalkan kebijakan yang mengedepankan nilai spiritual dan kemanusiaan?

Dunia pendidikan memang tidak dapat dipisahkan dari tuntutan zaman, tetapi apakah kita cukup bijak menjaga keseimbangan?

Di Indonesia yang semakin plural, kebijakan pendidikan harus inklusif. Bukan hanya untuk umat Muslim yang menjalani Ramadhan, tetapi juga bagi mereka yang tidak merayakan, agar tidak ada yang merasa tertinggal.

Di tengah perdebatan ini, semua harus ingat bahwa pendidikan adalah alat untuk membentuk generasi yang lebih baik, tidak hanya secara akademik, tetapi juga moral dan spiritual.

Seperti yang dikatakan Gus Dur, “Pendidikan tidak hanya mengajarkan kita untuk tahu, tetapi juga untuk peduli.” Inilah esensi kebijakan libur Ramadhan yang dulu diterapkan, memberikan ruang bagi anak-anak untuk peduli terhadap agama, sesama, dan dunia mereka.

Bukan berarti masyarakat harus menutup mata terhadap kenyataan global yang semakin kompleks. Tetapi, apakah generasi muda sudah cukup siap menghadapi dunia yang keras dan penuh persaingan jika mereka hanya dipersiapkan untuk menguasai ilmu pengetahuan, tanpa bekal karakter dan nilai kehidupan?

Tugas masyarakat adalah menemukan jalan tengah yang menghargai nilai spiritual sekaligus mempersiapkan anak-anak untuk berhadapan dengan dunia yang penuh tantangan.

Kebijakan Gus Dur, meskipun kini terasa seperti warisan yang menantang zaman, mengingatkan kita bahwa pendidikan sejati adalah pendidikan yang menumbuhkan empati, kepedulian, dan cinta pada sesama.

Di tengah gegap gempita dunia yang sibuk, mari berhenti sejenak, apakah bangsa ini hanya ingin mencetak generasi pintar, atau juga generasi berhati mulia?

Pada akhirnya, yang dibutuhkan bukan sekadar penyesuaian untuk mengejar waktu, tetapi kebijakan yang menjaga keseimbangan pendidikan yang mengasah kecerdasan akademik tanpa melupakan karakter.

Pendidikan yang mampu menghasilkan generasi cerdas, bijaksana, penuh kasih, dan peduli terhadap dunia di sekitarnya.

Itulah esensi pendidikan sejati yakni mendidik hati, selain akal. Jika bangsa ini dapat menemukan jalan tengah antara kebijakan Gus Dur dan Abdul Mu'ti, maka Indonesia akan mendapatkan formula pendidikan yang lebih holistik, yang tidak hanya mendidik otak, tetapi juga menyentuh jiwa.
 

*) Penulis adalah Dosen Ilmu Pemerintahan di Fakultas Hukum dan Sosial Universitas Mathla’ul Anwar Banten.

Pewarta: Eko Supriatno*)

Uploader : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Whatsapp
  • facebook
  • twitter
  • email
  • pinterest
  • print

Berita Terkait

778.235 wisatawan kunjungi Kota Batu Jawa Tiimur selama libur Lebaran 2025

778.235 wisatawan kunjungi Kota Batu Jawa Tiimur selama libur Lebaran 2025

11 April 2025 16:47

Pengunjung Kebun Binatang Bandung  naik 70 persen pada libur Lebaran

Pengunjung Kebun Binatang Bandung naik 70 persen pada libur Lebaran

3 April 2025 15:57

Kualitas udara Indonesia saat libur Lebaran

Kualitas udara Indonesia saat libur Lebaran

3 April 2025 15:00

Ribuan wisatawan dari berbagai daerah padati pantai selatan Bantul

Ribuan wisatawan dari berbagai daerah padati pantai selatan Bantul

1 April 2025 14:38

Wamendagri tegaskan mobil dinas ASN tidak boleh untuk mudik Lebaran

Wamendagri tegaskan mobil dinas ASN tidak boleh untuk mudik Lebaran

31 Maret 2025 12:12

Dinas Kependudukan Mataram tetap buka saat libur Lebaran

Dinas Kependudukan Mataram tetap buka saat libur Lebaran

30 Maret 2025 07:52

Biak Numfor siapkan petugas khusus layani kebersihan selama libur Lebaran

Biak Numfor siapkan petugas khusus layani kebersihan selama libur Lebaran

28 Maret 2025 16:19

Berikut rekomendasi IDAI mudik sehat bersama anak-anak

Berikut rekomendasi IDAI mudik sehat bersama anak-anak

25 Maret 2025 23:06

Terpopuler

Membaca DNA Manchester United

Membaca DNA Manchester United

JTT intensif pelihara Jalan Tol Jakarta-Cikampek hadapi cuaca ekstrem

JTT intensif pelihara Jalan Tol Jakarta-Cikampek hadapi cuaca ekstrem

Hasil Liga Spanyol: Barcelona FC menjauh, Atletico tertahan tanpa gol

Hasil Liga Spanyol: Barcelona FC menjauh, Atletico tertahan tanpa gol

BKK Pangkalpinang utamakan pencegahan masuk virus nipah ke Babel

BKK Pangkalpinang utamakan pencegahan masuk virus nipah ke Babel

Genangan banjir Jalan Daan Mogot Jakarta Barat berangsur surut pada Kamis malam

Genangan banjir Jalan Daan Mogot Jakarta Barat berangsur surut pada Kamis malam

Top News

  • Damkar padamkan kebakaran lahan seluas empat hektare di Bintan-Kepri

    Damkar padamkan kebakaran lahan seluas empat hektare di Bintan-Kepri

    2 jam lalu

  • BPS Jabar sebut kebijakan pemerintah tingkatkan kunjungan wisata akhir 2025

    BPS Jabar sebut kebijakan pemerintah tingkatkan kunjungan wisata akhir 2025

    2 jam lalu

  • Presiden Iran perintahkan lanjutkan negosiasi nuklir dengan AS

    Presiden Iran perintahkan lanjutkan negosiasi nuklir dengan AS

    2 jam lalu

  • Pekerja anak dan wajah berbeda kerentanan sosial

    Pekerja anak dan wajah berbeda kerentanan sosial

    2 jam lalu

  • Wamenkes sebut karantina kesehatan harus diperkuat cegah virus Nipah

    Wamenkes sebut karantina kesehatan harus diperkuat cegah virus Nipah

    2 jam lalu

Antara News bogor
megapolitan.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Top News
  • Terkini
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Kabar Daerah
  • Ekonomi
  • Iptek
  • Artikel
  • Lingkungan Hidup
  • Wisata
  • Internasional
  • Olahraga
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA