dishub-pembuatan-halte-aptb-rampung-november-
Bekasi, 25/9 (ANTARA) - Kementerian Perhubungan menargetkan pembuatan empat halte Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) di Kota Bekasi, Jawa Barat, rampung pada November 2012.

"Pendirian halte-halte tersebut ditargetkan rampung tak lebih dari dua bulan dari sekarang," ujar Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Erwin, di Bekasi, Selasa.

Menurut dia, kehadiran halte-halte tersebut diharapkan dapat mendongkrak jumlah penumpang APTB jurusan Bekasi-Pulogadung.

Halte yang sudah dimulai pengerjaannya berlokasi di Terminal Induk Kota Bekasi, Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur.

"Sebidang lahan di tengah terminal sudah dipagari dengan seng. Di bagian dalam area yang dipagari, pekerja mulai membuat fondasi halte," katanya.

Sementara halte-halte lain, kata dia, baru sekadar dipasang spanduk bertuliskan "Akan Segera Dibangun Shelter APTB" di lokasi pendiriannya. Spanduk tersebut ada di Jalan Joyomartono, tak jauh dari Lingkungan Pondok Sosial Kementerian Sosial.

Menurut Erwin, Kementerian Perhubungan berencana mendirikan empat halte pada tahap awal ini. Halte-halte itu berlokasi di terminal, Jalan Ahmad Yani menuju pintu masuk tol Bekasi Barat, serta dua halte berseberangan di Jalan Joyomartono.

"Halte yang pendiriannya didanai APBN itu akan dibuat layaknya halte Transjakarta di Jakarta. Selain loket, ada pula ruang tunggu yang memadai untuk calon penumpang," katanya.

Selain halte, di terminal akan dibuat pula jalur khusus APTB. Namun jalur tersebut tidak dibuat permanen, melainkan hanya dengan marka penanda. Sebab terbatasnya area terminal tak memungkinkan armada APTB melaju di jalur khusus yang tak bisa dilalui bus lain.

"Jadi saat APTB akan melintas, jalur itu harus steril. Namun bila tak ada APTB, bus lain bebas melintas di jalur itu," katanya.

Erwin menambahkan, halte di dekat pintu tol Bekasi Barat dimaksudkan untuk mengangkut penumpang yang akan memanfaatkan APTB Bekasi-Pulogadung. Kehadiran halte tersebut diharapkan bisa memfasilitasi kebutuhan warga Bekasi di wilayah barat yang hendak menggunakan APTB.

"Selama ini sistem 'point to point' hanya memungkinkan penumpang diangkut di terminal. Sementara mayoritas warga enggan harus ke terminal dulu. Adanya halte ini jadi makin mendekatkan jangkauan APTB pada masyarakat. Mudah-mudahan bisa menarik penumpang lebih banyak," kata Erwin.

Sementara dua halte di Jalan Joyomartono diperuntukkan untuk penumpang APTB Bekasi-Kampung Rambutan.

APTB koridor II tersebut memang hingga kini belum beroperasi karena Dishub DKI Jakarta dan Kota Bekasi tak ingin polemik penolakan kehadiran APTB koridor I kembali terulang.
 


Andi F


: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026