Hepatitis A ini penyakit yang penularannya sangat cepat, kami sudah menyiapkan langkah-langkah antisipatif baik yang bersifat jangka penjang maupun tidakan cepat tanggap.Bogor (Antara Megapolitan) - Direktorat Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan upaya pencegahan meluasnya penularan penyakit Hepatitis A di kalangan mahasiswa dengan melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan tim dari internal kampus.
"Hepatitis A ini penyakit yang penularannya sangat cepat, kami sudah menyiapkan langkah-langkah antisipatif baik yang bersifat jangka penjang maupun tidakan cepat tanggap," kata Direktur Kemahasiswaan, Direktorat Kemahasiswaan IPB, Sugeng Santoso dalam keterangan persnya di hadapan wartawan di Kampus IPB Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis.
Dia mengatakan langkah-langkah yang dilakukan saat ini adalah mendata jumlah mahasiswa yang saat ini mengalami gejala serupa baik yang sedang menjalani perawatan maupun yang belum, agar segera dilakukan tindakan pencegahan.
"Kami sudah mendata jumlah mahasiswa yang saat ini terjangkit virus Hepatitis A ini. Catatan yang ada berjumlah 28 orang, tiga sudah sembuh dan diperbolehkan pulang, 25 orang lainnya masih menjalani perawatan," katanya.
Untuk upaya pencegahan, lanjutnya, IPB melakukan sosialisasi secara masif kepada mahasiswa mengenai gizi seimbang, keamanan pangan, profil kantin IPB serta tindakan kuratif dan preventif hepatitis.
"Kami belum mengetahui asal muasal penularan, tapi virus ini menular melalui oral. Jadi kemungkinan, bisa dari makanan atau jajanan yang dikonsumsi oleh mahasiswa," katanya.
Upaya lainnya, sosialisasi sanitasi lingkungan dan penyediaan pangan higienis juga diberikan kepada pengelola kantin baik yang ada di dalam kampus dan di luar kampus IPB.
"Kami juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan untuk seluruh mahasiswa IPB bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor," katanya.
Tidak hanya itu, lanjut dia, akan dilakukan penyuluhan tentang kantin sehat kepada pengelola rumah makan atau warung yang ada di dalam kampus maupun luar kampus.
"Kami juga akan melakukan aksi bersih lingkungan di dalam kampus maupun lingkungan tempat tinggal mahasiswa dengan melibatkan seluruh mahasiswa, kepolisian dan dinas kesehatan," katanya.
Menurut Sugeng, penularan penyakit ini ada kaitannya dengan makanan yang dikonsumsi oleh mahasiswa dan juga pola hidup bersih yang dijalani di masing-masing tempat tinggalnya.
"Selain itu, kondisi cuaca juga ikut berpengaruh dengan fisik mahasiswa yang mungkin kelelahan dalam belajar, dan kurangnya kesadaran menerapkan pola hidup bersih dengan mencuci tangan, dan kualitas makanan yang dikonsumsi," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, 28 mahasiswa IPB terserang penyakit Hepatitis A. Penyakit masuk melalui oral, atau melalui makanan yang dikonsumsi dan juga lingkungan sekitar. Gejala yang dialami mahasiswa adalah demam, mual, muntah, nyeri pada sendi dan otot disertai diare. Hepatitis A merupakan penyakit akut yang umumnya disebabkan oleh virus yang bersarang di kotoran atau tinja penderita dan menyerang hati. Penyakit ini kecil kemungkinan menyebabkan kematian karena 99 persen dapat disembuhkan bila menjalani perawatan intensif.
Pewarta: Laily Rahmawati Editor : Andi Firdaus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.