Sebanyak 459 peserta dari 50 perguruan ikut bagian dalam kejuaraan olahraga pencak silat Trophy Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia (RI) Cup I 2015. Kejuaraan antar perguruan pencak silat se Jawa Barat dan Banten ini dibuka oleh Menteri Pemuda daan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Senin (23/11) di GOR Pajajaran Kota Bogor.

Dalam sambutannya, Menpora Imam Nahrawi menyampaikan bahwa kedepan akan mewajibkan anak-anak sekolah dan mahasiswa untuk berlatih pencak silat. “Baru saja Presiden di Istana Bogor memerintahkan supaya yang menjadi olahraga wajib di seluruh sekolah-sekolah dan perguruan tinggi tidak lain kecuali pencak silat. Pencak silat itu lahir tumbuh, besar, berkembang dan bahkan menjadi kebanggan kita sebagai bangsa Indonesia,” papar Imam Nahrawi.

Selain itu disampaiakan Menpora Imam Nahrawi bahwa Presiden Jokowi juga meminta Menpora untuk mewajibkan seluruh sekolah, perguruan tinggi, instansi pemerintah, pabrik dan seluruh masyarakat untuk kembali memasyarakatkan olahraga lewat senam kesegaran jasmani secara rutin. “Paling tidak seminggu sekali,” tambah Imam sesuai instruksi Presiden tadi.

Walikota Bogor Bima Arya yang turut hadir dalam sambutannya menyampaikan pencak silat merupakan aset, tradisi dan milik bangsa Indonesia. “Kita harus jadi tuan rumah di negara kita sendiri. Oleh karena itu, Kota Bogor mendukung penuh niat dari pemerintah pusat untuk menjadikan pencak silat ini kebanggaan kita dan meningkatkan prestasi pencak silat,” ungkapnya.

Selanjutnya Bima berharap agar keteladanan dari para petarung pencak silat tidak sebatas prestasi saja. “Tetapi juga membangun karakter, karena pendekar itu bukan saja gagah secara fisk, tetapi secara karakter dan mental juga bisa dicontoh dan diteladani. Kita ingin pencak silat bisa menghasilkan generasi muda yang berkarakter yang mampu membanggakan bagi kita semua,” harap Bima.

Bima juga mengaku akan terus berkoordinasi untuk mendukung kegiatan pencak silat agar bisa menjadi populer di tangan generasi muda. “Kita support pencak silat agar tidak hanya ada di tempat-tempat padepokan dan gelanggang olahraga, tetapi masuk mall dan pusat perbelanjaan agar bisa dilihat masyarakat luas,” pungkasnya. (Met/Gus) dkw     


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026