Posyandu yang masih strata pratama kita hapus ditingkatkan menjadi madya, purnama dan mandiri.Bogor, (Antara Megapolitan) - Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jawa Barat meningkatkan strata Pos pelayanan terpadu (Posyandu) dari pratama menjadi madiri dalam rangka pemerataan kader kesehatan agar pelayanan masyarakat lebih optimal.
"Saat ini jumlah kader kesehatan belum merata di setiap posyandu, terutama di Posyandu strata pratama dan purnama, jumlahnya belum mencapai kuota yang ditentukan. Agar ini merata, strata posyandu perlu ditingkatkan," kata Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Kota Bogor, Nia Nurkania, di Bogor, Senin.
Nia menjelaskan, saat ini jumlah kader kesehatan yang tercatat di daerahnya sebanyak 5.299 orang.
Mereka tersebar di 962 Posyandu yang tersebar di 68 kelurahan di Kota Bogor. Idealnya satu posyandu memiliki lima kader. Tapi, karena tidak seragam, ada Posyandu yang memiliki kader lebih dari lima, ada juga yang kurang dari lima.
Ketidakmerataan ini dikarenakan adanya tingkatan strata Posyandu, oleh karena itu untuk menyeragamkan dan memperkuat tugas serta fungsi kader kesehatan, Posyadu strata pratama akan ditingkatkan menjadi madiri.
"Tahun ini sudah kita mulai, Posyandu yang masih strata pratama kita hapus ditingkatkan menjadi madya, purnama dan mandiri," katanya.
Menurut Nia lebih lanjut, untuk meningkatkan strata Posyandu ini ada ketentuan yang harus dipenuhi, salah satunya jumlah kader yang aktif, pelaksanaan kegiatan Posyandu secara rutin setiap bulannya, cakupan pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemberian gizi, imunisasi, dan program pengembangan, serta dana sehat atau kontribusi dari masyarakat.
"Manfaatnya bagi masyarakat dengan meningkatnya strata Posyandu adalah, kalau Posyandu sudah memenuhi kriteria maka pelayanan akan lebih optimal, dan setiap Posyandu punya program pengembangan seperti kelas ibu, ataupun pembinaan lansia terpadu (Bindu)," katanya.
Nia mengatakan lagi bahwa upaya untuk meningkatkan strata Posyandu di Kota Bogor telah dilakukan sejak awal tahun. Sejumlah Posyandu tingkat pratama telah diganti menjadi madya, purnama maupun mandiri.
"Kami juga melakukan perekrutan kader wilayah untuk melengkapi jumlah kader yang masih kurang, dan aktualisasi informasi, serta pemberian penghargaan bagi Posyandu yang dapat meningkatkan pelayanannya," kata Nia.
Ujung Tombak
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubaeah menyebutkan, kader kesehatan adalah ujung tombak pemerintah dalam mewujudkan visi misi menjadi kota yang nyaman, sehat, dan transparan.
"Kami terus berupaya meningkatkan motivasi kader kesehatan, agar dapat berkontribusi aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mewujudkan Kota Bogor yang sehat," katanya.
Salah satu program yang dilakukan Dinas Kesehatan untuk meningkatkan motivasi para kader kesehatan adalah melalui kegiatan Temu Kader Kesehatan yang dilakukan setiap tahunnya.
"Refreshing bagi kader penyuluh perlu dilakukan, meningkatkan wawasan mereka lewat kegiatan lomba seperti cerdas-cermat. Temu Kader Kesehatan bertujuan untuk meningkatkan motivasi kader kesehatan dalam menjalankan tugasnya di lapangan," katanya.
Temu Kader Kesehatan Kota Bogor 2015 diikuti sekitar 200 lebih kader yang berasal dari perwakilan Posyandu per kelurahan. Acara ini dihadiri Ketua Tim Gerak PKK Kota Bogor Yane Ardian Bima Arya. Beragam kegiatan dilakukan, seperti senam sehat, outbond, dan kegiatan pemeriksaan kesehatan.
Pewarta: Laily Rahmawati: Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026