Bing-Limas-Bangga-IPB-Makin-Merakyat
Bogor, 29/4  (ANTARA) - Ditemui saat acara peringatan 60 Tahun Kebangkitan Pendidikan Pertanian Indonesia di Kampus IPB Dramaga Bogor baru-baru ini, Dr Bing Limas masih terlihat sehat meski usianya sudah memasuki 91 tahun.

Bing dapat disebut sebagai salah satu mahasiswa angkatan pertama Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sebelumnya merupakan fakultas pertanian Universitas Indonesia. Dan ia juga sebagai saksi sejarah yang masih hidup mengenai proses kebangkitan pendidikan pertanian di Indonesia.

Dari dokumen-dokumen otentik yang ditemukan Tim Penulisan Sejarah IPB,

Bing Limas atau Liem Bing Hwie tercatat sebagai salah satu mahasiswa angkatan pertama Faculteit van Lanhoouwwetenschap tahun akademik 1940-1941, yang mengikuti pendidikan propadeuse di Geneeskundige
Hoogesschool.

Institusi tempat Bing pertama kali mengenyam pendidikian tinggi itu merupakan cikal bakal IPB dan studi pertanian di Indonesia.

"Ketika itu tempat kuliah masih di Salemba, teman seangkatan saya hanya sekitar enam orang," kata Bing yang menekuni bidang mikrobiologi tersebut.

Situasi pergolakan di awal tahun 1940-an memenyebabkan proses perkuliahan tidak berjalan normal, sehingga Bing Limas pun tidak bisa segera menyelesaikan studinya.

"Baru tahun 1949 saya bisa giat kuliah lagi. Itupun saya harus sambil bekerja di Kebun Raya Bogor untuk bisa mendapatkan uang kuliah dan kos," kenang pria kelahiran Klaten 9 Desember 1921 itu.

Meskipun belum lulus, Bing juga sempat dipercaya mendirikan laboratorium mikrobiologi di Bogor, dibantu seorang dosen dari Bandung Ir Kuswandi.

Jenjang sarjananya sendiri baru dapat diselesaikan tahun 1959.

"Masa kuliah saya memang lama, saya juga sempat ditugaskan belajar di Belanda," kata Bing yang meraih gelar doktor di IPB tahun 1974.

Masa-masa selanjutnya ia banyak bergelut di bidang pendidikan pertanian, sebagai dosen di IPB, dan menulis buku.

Ayah tiga anak yang kini menetap di Tanahsareal Bogor itu  juga gembira melihat IPB saat ini dengan berbagai fasilitasnya, termasuk kampus yang luas di Dramaga.

Namun satu hal yang membuatnya bangga terhadap IPB saat ini adalah karena perguruan tinggi yang berfokus pada bidang pertanian ini makin merakyat.

"Dulu waktu saya masuk fakultas pertanian, mahasiswanya umumnya dari kalangan keturunan Belanda dan Tionghoa. Sekarang IPB semakin merakyat, mahasiswa dari semua kalangan bisa belajar disini," katanya.









:

COPYRIGHT © ANTARA 2026