ipb-raih-rekor-muri-penemu-beras-nonpadi-Bogor, 26/4 (ANTARA) - Rektor Institut Pertanian Bogor Prof Herry
Suhardiyanto mengemukakan bahwa pihaknya memperoleh penghargaan
dari Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai penemu beras nonpadi
pertama di Indonesia.
"Tim peneliti dari Fakultas Teknologi Pertanian IPB yang terdiri atas dosen dan mahasiswa berhasil membuat beras analog atau beras
tiruan yang berasal dari sumber-sumber karbohidrat selain padi yaitu
jagung, sagu, umbi-umbian, sorgum dan lain sebagainya," katanya di
Bogor, Jawa Barat, Rabu.
Dalam sidang terbuka dengan acara tunggal wisuda dan penyerahan
ijazah tahap IV Tahun Akademik 2011/2012, Kampus IPB Darmaga, ia
menegaskan bahwa penemuan itu merupakan komitmen IPB untuk terus
mendukung program nasional diversifikasi pangan.
Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan saat
memberi kuliah umum memperingati 60 tahun Pendidikan Pertanian
Indonesia di Gedung Graha Widya Wisuda IPB pekan lalu mengajak tiga
mahasiswa IPB ke luar negeri atas keberhasilan mereka
menciptakan produk pangan alternatif mirip beras yang diberi nama
"beras analog" itu,
"Bapak rektor saya minta izin, tiga mahasiswa ini akan saya
berikan hadiah karena sudah menciptakan beras analog ini, kami kirim
ketiganya ke luar negeri," kata Dahlan Iskan.
Dahlan mengaku kagum dengan kemampuan IPB menciptakan beras analog tersebut.
Ia pun menyatakan akan mencoba memasak beras analog pemberian
mahasiswa tersebut. "Saya akan coba masak, akan saya rasakan dan
lihat apakah ini sudah menyerupai beras atau belum," katanya.
Pemberian hadiah tersebut berawal dari saat dilakukan sesi tanya
jawab antara mahasiswa dengan Dahlan Iskan.
Salah satu mahasiswa yang bertanya Annisa Karunia menyampaikan temuan baru beras analog yang dilakukan dirinya dan tim.
Annisa mendapat mandat dari Direktur F-Tecnopark Fakultas Teknologi Pertanian IPB Dr Slamet Budijanto untuk menyampaikan temuan tersebut.
"Dengan temuan ini menurut pak menteri apalagi yang harus kami
lakukan. Kami sudah menciptakan produk pangan alternatif ini,
bagaimana caranya agar produk ini dapat dioptimalkan," tanyanya
kepada Dahlan.
Menerima pemaparan mahasiswi IPB tersebut Dahlan langsung terkesan, ia menanyakan mahasiswa tersebut semester berapa, sekolah di mana sebelumnya, dan apakah sudah tamat atau belum.
Selain mengajak tiga mahasiswa IPB ke luar negeri, Dahlan juga
menjanjikan sebuah mobil bagi mahasiswa IPB baik perorangan maupun
kelompok yang dapat menciptakan pabrik rumput laut yang efisien dan
berteknologi tinggi.
Menurut rektor, prestasi lain juga dipersembahkan Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia IPB, di mana dalam memperingati Hari Konsumen Nasional tanggal 20 April 2012, telah
memperoleh penghargaan sebagai Pegiat Perlindungan Konsumen dari
Badan Perlindungan Konsumen Nasional.
Andy J
: Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026