"Yakni, apakah kebijakan-kebijakan itu sampai ke masyarakat atau tidak," kata Nurhayanti melalui Diskominfo Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di Cibinong, Kamis.
Kegiatan yang juga dikenal dengan istilah "Boling" (Rabu Keliling) dilakukan bupati atau wakil bupati selama sepekan sekali.
Nurhayanti pada Rabu (11/2) melakukan "saba desa" ke Kecamatan Tamansari.
Melalui kegiatan tersebut, ia menyatakan ingin melihat secara langsung yang terjadi di lapangan, termasuk hendak mengetahui visi Kabupaten Bogor menjadi kabupaten termaju di Indonesia dengan 25 penciri.
"Apakah Kecamatan Tamansari mendukung untuk mewujudkan Bogor, menjadi kabupaten termaju di Indonesia," katanya.
Ia mengatakan Kabupaten Bogor berbeda dengan kabupaten lain, di mana kini jumlah penduduknya sudah mencapai 5,3 juta jiwa.
Dengan jumlah penduduk yang sudah mencapai 5,3 juta jiwa, pihaknya mengajak bersama-sama membangun Kabupaten Bogor untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Khusus di bidang pendidikan, Nurhayanti menginginkan wajib belajar sembilan tahun untuk Kabupaten Bogor.
Saat ini, katanya, wajib belajar di Kabupaten Bogor belum mencapai sembilan tahun, dan baru mencapai 8,02 tahun sampai 2014.
"Saya ingin di tahun 2018 nanti wajib belajar sudah sampai sembilan tahun, bidang pendidikan terus menjadi perhatian pemerintah," katanya.
Sementara itu, Camat Tamansari Achmad Sofian mengatakan wilayah itu sudah ditetapkan menjadi daerah wisata.
Karena itu, pihaknya ingin di kawasan itu menjadi wisata yang edukatif.
Kendala di wilayah Kecamatan Tamansari adalah infrastruktur jalan yang masih menjadi persoalan, di mana setiap harinya ada beberapa bus pariwisata yang lewat.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi mengapresiasi pembangunan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Dari rencana pembangunan 2016 pihaknya mengapresiasi eksekutif dan legislatif sudah berjalan dengan baik.
"Konsep bupati harus kita dukung, loyalitas kepala dinas dan para camat harus ditingkatkan untuk mewujudkan Kabupaten Bogor menjadi kabupaten termaju di Indonesia," katanya.
Pewarta: Andi JauhariUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.