Bekasi, (Antaranews Bogor) - Sejumlah peserta program Hari Bebas Kendaraan di Perumahan Grand Galaxy City, Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi, Jawa Barat, menilai penyelenggaraan acara tersebut belum berjalan baik.

"Masih banyak kendaraan yang masuk ke area Car Free Day (CFD). Selain itu pedagang kaki limanya juga masih banyak sehingga kurang nyaman," kata salah satu peserta Munajat (40) di Bekasi, Minggu.

Menurut warga Perumahan Pondok Mitra Lestari itu kondisi itu masih menganggu aktivitas peserta untuk berolah raga.

"Bukannya nyaman, justru agak khawatir juga berolahraga di sini dengan membawa anak kecil karena masih banyak motor yang melintas di area yang seharusnya terlarang dilalui kendaraan selama acara berlangsung," katanya.

Pantauan Antara di lokasi melaporkan, area CFD yang baru pekan ketiga berlangsung mengambil lokasi di Jalan Boulevard Grand Galaxy mulai dari dekat jembatan hingga Rumah Sakit Hermina.

Para pengemudi sepeda motor masih bisa menembus blokade petugas Dishub untuk melintasi jalan yang terlarang untuk kendaraan mulai pukul 6.00 WIB hingga 9.00 WIB itu.

"Saya mau ke kolam renang. Harus lewat mana lagi kalau tidak boleh jalan di sini," ucap seorang bapak bersepeda motor kepada petugas Dinas Perhubungan Kota Bekasi yang mencoba mengalihkan arus lalu lintas.

Selain tujuan kolam renang yang berada di sekitar area Hari Tanpa Kendaraan, sejumlah tempat yang dituju para pengendara itu antara lain pusat perbelanjaan Grand Galaxy Park dan perumahan-perumahan di dekatnya.

Hal lain yang juga mencolok di pelaksanaan Hari Tanpa Kendaraan Galaxy ini ialah kehadiran para pedagang kaki lima yang cukup marak.

Mereka mengambil posisi di area muka Hari Tanpa Kendaraan dekat jembatan dengan menjajakan bermacam barang dagangan, mulai dari pakaian, mainan, makanan, dan lainnya.

"Harusnya area ini bebas dari pedagang. Kalau dibiarkan, lama-lama bisa makin banyak dan Hari Tanpa Kendaraan ganti nama saja jadi pasar kaget," ujar Indah (33), warga Galaxy.

Sementara itu, Camat Bekasi Selatan Abi Hurairah yang menginisiasi program itu mengatakan bahwa penyelenggaraan program itu masih dalam tahap pematangan.

"Ini baru pekan ketiga, wajar kalau banyak yang belum tahu sehingga masih banyak pengendara yang melintas di area ini," katanya.

Sementara perihal kehadiran PKL, kata Abi, semestinya mereka memang tidak memanfaatkan program ini untuk menggelar lapak dagangan.

Ia pun menjanjikan akan menertibkannya agar warga nyaman berkegiatan di area ini.

Pewarta: Andi Firdaus
: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026