Citeureup, Bogor, (Antaranews Bogor) - Mahasiswa teknik sipil dan teknik arsitektur dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Senin, mengikuti "Jambore Mahasiswa Konstruksi" yang digelar di GOR PT Indocement Tunggal Prakarsa (Tbk) di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Lebih kurang 400 mahasiswa hadir menjadi pendukung dari delapan wakil perguruan tinggi yang masuk final pada 'Indocement Award' 2014 untuk kompetisi 'Fabrication House Competition'," kata  Ketua Panitia "Indocement Awards 2014" Troy D Soputro di sela-sela final kegiatan itu.

Didampingi koordinator kegiatan itu Rio Budi Prasetya, ia menjelaskan kompetisi  "Fabrication House Competition"  adalah salah satu dari ajang "Indocement Award" (IA) 2014, yakni merupakan kategori baru yang diperlombakan dengan kelompok khusus peserta dari  perguruan tinggi,
Sedangkan kompetisi tetap lainnya pada ajang dua tahunan itu, yakni "Contractor Award" khusus untuk kontraktor, "Developer Award" khusus untuk pengembang, "Semen Tiga Roda Writing Competition Award" untuk mahasiswa dan umum, serta "Semen Tiga Roda Architectural Design Competition Award" untuk kalangan umum.

Ia menjelaskan delapan wakil perguruan tinggi yang masuk final itu adalah dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Jatim, Universitas Brawijaya, Malang (Jatim), Universitas Atmajaya Yogyakarta, Politeknik Negeri Bandung (Polban), Jabar, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Kemudian, Universitas Kristen Maranatha, Bandung (Jabar), Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, dan Universitas Negeri Malang (Jatim).

Dengan gemuruh dukungan masing-masing pendukung, pada ajang yang berlangsung hingga petang hari itu wakil finalis merancang karya mereka pada kompetisi nomor rumah pabrikasi itu.

Mengusung tema "Inovasi Rumah Pabrikasi untuk Indonesia", wakil delapan perguruan tinggi tersebut bekerja keras menampilkan karya terbaik guna dinilai tim juri yang terdiri atas pakar dan wakil manajemen Indocement.

Mereka adalah Ir. Sumargo, M.Sc., Ph.D dari Politeknik Negeri Bandung, Prof Tavio, Ph.D dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Dr Ir Arief Sabaruddin, CES dari Puslitbang PU, Tjetjep Hartono, Dipl., Ing dari PT Beton Elemenindo, Prof Ir Bhakti Setiawan, M.A., Ph.D dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Agus Erfien PT Indocement.

Mengenai kriteria penilaian, katanya, didasarkan pada perencanaan dan perancangan, meliputi konsep, aspek teknis, aplikasi dan arsitektur, "Final Report" (paparan), dan proses konstruksi model dan hasil.

"Untuk juara baru akan diketahui pada Selasa (12/11) malam, saat puncak 'Indocement Award' 2014," kata Troy D Saputro.

Bagi pemenang akan mendapatkan piala, sertifikat, dan uang tunai sebesar Rp25 juta untuk juara pertama, Rp20 juta kedua, pemenang ketiga mendapatkan Rp15 juta, serta tiga pemenang harapan masing-masing sebesar Rp5 juta.

Rio Budi Prasetya menambahkan, pada Senin malam, rangkaian kompetisi itu diisi dengan pentas seni dan budaya dari masing-masing perguruan tinggi yang mengikuti jambore tersebut.


Pewarta: Andi Jauhari
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026