Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Cikarang, Jawa Barat menyantuni ahli waris almarhum Anom Bin Ilan yang menjadi peserta program dari sektor pekerja informal dengan keseharian sebagai penjual kopi dan gorengan.

"Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga santunan ini bermanfaat sekaligus dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan," kata Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Cikarang Muhyiddin Dj di Cikarang, Jumat.

Dia mengatakan ahli waris menerima santunan sebesar Rp42 juta karena telah terdaftar sebagai peserta. Ibu Oom selaku istri almarhum menerima langsung santunan tersebut dari kediamannya.

"Almarhum beserta ahli waris yakni istri telah terdaftar sebagai peserta program sejak lebih dari tiga tahun lalu," katanya.

Baca juga: BPJS TK Cikarang dorong pekerja informal manfaatkan diskon pembayaran iuran
Baca juga: BPJS TK Cikarang mulai terapkan antrean daring presisi tingkatkan pelayanan

Dirinya turut mendorong pekerja rentan yang ada di desa-desa untuk masuk perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan mengingat hingga saat ini masih banyak pekerja informal yang belum mendapatkan akses atau perlindungan jaminan sosial tersebut.

Pihaknya selaku operator program jaminan sosial ketenagakerjaan memberikan perlindungan kepada pekerja sektor formal atau penerima upah, sektor informal (bukan penerima upah) maupun sektor jasa konstruksi.

Perlindungan dimaksud meliputi lima program antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan dengan proses daftar dan bayar yang relatif mudah, bahkan terdapat diskon khusus bagi pekerja informal.

Baca juga: BPJS TK Cikarang bayar klaim Rp340 miliar wujud perlindungan paripurna pada pekerja

Ahli waris almarhum, Oom. mengucapkan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Cikarang atas kemudahan pemberian santunan.

"Klaim sangat mudah, prosesnya cepat, dan manfaatnya bisa kami gunakan untuk menyambung hidup setelah ditinggal almarhum," katanya.

Ia mengaku sudah tiga tahun berjualan kopi dan gorengan bersama almarhum di Desa Karangsambung RT 02/06, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi. Setiap hari mereka berjualan sejak pukul 05.00 hingga 17.00 WIB untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Suatu hari suami saya merasa tidak enak badan dan meminta dipijat usai pulang bekerja. Setelahnya langsung meninggal dunia tanpa sempat dibawa ke rumah sakit," kata dia.

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026