Bekasi (ANTARA News Megapolitan) - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai menangani bantaran Kali Bekasi yang mengalami amblas di Perumahan Kemang Pratama, Kecamatan Rawalumbu, Rabu, akibat hujan deras dan angin kencang.

"Kejadiannya berlangsung pada Selasa (1/1) sekitar pukul 19.00 WIB di RW022. Saat itu ada warga yang melintas dan melihat tanggul Kali Bekasi posisinya sudah bergeser membuat celah antara tanah dan sungai," kata warga setempat Haeri Parani (51) di Bekasi.

Pantauan di lokasi menyebutkan amblesnya pondasi tanggul Kali Bekasi membuat retakan tanah sepanjang sekitar 3 meter dengan celah terpanjang sekitar 1 meter tepat di pinggi Jalan Expres Raya Perumahan Kemang Pratama yang bersebelahan dengan Kali Bekasi.

Namun tanggul yang mengalami ambles hanya megalami kemiringan dan belum sampai roboh meskipun tanah pondasi di sekitarnya telah mengalaim keretakan.

Haeri mengatakan pengurus RS setempat pun mengeluarkan peringatan kepada pengguna jalan untuk menghindari lokasi tersebut karena berbahaya.

"Retakannya terus meluas sampai ke badan jalan. Kami khawatir kalau dipaksakan melintas bisa terperosok," katanya.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menyempatkan diri meninjau ke lokasi tanggul longsor di Perumahan Kemang Pratama dengan membawa serta Kepala Bidang Perencanaan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dicky Irawan dan Kepala Bidang Sumber Daya Air, Yudianto.

Dalam arahannya, Tri meminta segera dilakukan penanganan guna mengantisipasi kerusakan yang lebih serius.

"Saat ini sudah dalam proses penanganan. Sejumlah area yang amblas kita sterilisasi untuk segera dilakukan penanganan darurat," katanya.

Tidak hanya itu, Tri juga meminta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air untuk memantau area-area bantaran sungai yang rawan longsor.

"Jalanan yang rusak dan berlubang juga perlu kita antisipasi dan pohon tua yang rawan tumbang juga harus segara dipangkas karena angin kencang yang belakangan ini sering terjadi," katanya.

Tri juga mengeluarkan peringatan diini kepada pengguna jalan untuk waspada terhadap potensi pohon ataupun reklame yang rawan tumbang selama angin kencang dan hujan deras saat ini.

"Situasi ini juga berlangsung di Jabodetabek. Kita harus wasdapa sejak sekarang," katanya.

Editor berita: Masnun

Pewarta: Andi Firdaus

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2019