Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) peserta kuliah kerja nyata tematik infrastruktur mewujudkan tempat pengolahan sampah reduce-reuse-recycle (TPS3R) dan sanitasi berbasis masyarakat.

Kepala Desa Dulohupa Orion Daud di Gorontalo, Rabu, mengatakan dukungan penuh terhadap kegiatan mahasiswa tersebut.

"Kami sangat terbantu dengan adanya mahasiswa KKN yang turun langsung melihat persoalan di desa. Permasalahan utama kami ada pada lingkungan, terutama pada permukiman tidak layak huni, pengelolaan sampah, dan belum adanya TPS3R. Harapan kami, hasil diskusi terpumpun yang digelar mahasiswa bisa ditindaklanjuti menjadi program nyata yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat Dulohupa," katanya.

Mahasiswa UNG menggelar diskusi terpumpun bertema "Peningkatan Infrastruktur Sanitasi Berbasis Masyarakat, Melalui Model Partisipasi Pengelolaan Sampah dan Limbah Domestik" di kantor Desa Dulohupa Kecamatan Telaga.

Diskusi menghadirkan pemerintah desa, termasuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, dan kelompok pemuda, serta dosen pembimbing lapangan.

Kegiatan itu untuk sama-sama mengidentifikasi masalah serta menganalisis potensi yang dimiliki desa, khususnya terkait persoalan pengelolaan sampah.

Diskusi tersebut merumuskan tiga poin utama yaitu peta permasalahan sanitasi dari perspektif masyarakat, daftar kebutuhan, serta prioritas infrastruktur sanitasi dan kesepakatan awal mengenai partisipasi warga dalam pengelolaan sampah dan limbah.

Koordinator Desa KKN Muhammad Fadli Abdullah mengatakan pentingnya keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pengelolaan program.

Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah desa serta masyarakat.

Dalam sesi pemaparan hasil Identifikasi Masalah dan Analisis Potensi (IMAP), mahasiswa menampilkan berbagai peta hasil kajian lapangan, antara lain peta administrasi desa, peta rumah tidak layak huni, peta sebaran titik lokasi yang tidak memiliki jamban, peta sebaran titik pembuangan sampah dan lain sebagainya.

Dari analisis tersebut, terungkap bahwa permasalahan utama Desa Dulohupa terletak pada kondisi permukiman tidak layak huni, masih minimnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempat yang semestinya

Sebagian warga masih membuang sampah di lahan kosong sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, serta risiko kesehatan akibat berkembangnya penyakit.

 

Mahasiswa UNG menggelar diskusi terpumpun bertema peningkatan infrastruktur sanitasi berbasis masyarakat, melalui model partisipasi pengelolaan sampah dan limbah domestik, di kantor Desa Dulohupa Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Prpvinsi Goromtalo. ANTARA/HO-UNG

Pewarta: Susanti Sako

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2025