Bogor (Antaranews Megapolitan) - Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) meneliti ampas tebu untuk membuat piezoelectric yang mampu menghasilkan listrik. Ada tiga mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang terlibat dalam riset ini yakni Rachma Juwita, Iqbal Lafifa Zulfa, dan Dhea Nurlaela di bawah bimbingan dosen, Drs. Mohammad Nur Indro, M.Sc.

Penelitian tersebut dituangkan dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) yang berjudul “"PROBIGS: Piezoelectric from Biokomposit Bagasse (Ampas Tebu) Berbasis Stronsium Titanat (SrTiO3)”.

Piezoelectric adalah perangkat yang menggunakan efek piezoelectric, efek tersebut dipasangkan pada transducer sehingga dapat digunakan untuk mengukur perubahan tekanan, percepatan, regangan atau kekuatan yang mengubahnya menjadi muatan listrik. Tegangan listrik yang dihasilkan oleh transducer piezoelektrik sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

“Salah satu penerapan piezoelectric ini terdapat pada korek api gas yang apabila ditekan maka api akan menyala. Selain itu, piezoelectric juga diterapkan pada pembangkit listrik tenaga gelombang laut. Gelombang laut menekan piezoelectric kemudian menghasilkan listrik. Piezoelectric juga dapat menghasilkan sensor,” tutur salah satu anggota tim ini, Iqbal Lafifa Zulfa.

Bahan pembuatan piezoelectric umumnya berasal dari timbal (Pb). Timbal (Pb) merupakan sumber pencemar lingkungan yang berasal dari logam. Pencemaran lingkungan oleh timbal (Pb) ini kebanyakan berasal dari kegiatan eksploitasi dan ekstraksi logam sebagai bahan perpipaan, amunisi, baterai, dan juga bahan pembuatan piezoelectric.

Tim ini kemudian mencari bahan alami yang ramah lingkungan sebagai alternatif dalam pembuatan piezoelectric. Limbah ampas tebu sering ditemui dalam keadaan menumpuk dan belum banyak dimanfaatkan oleh manusia. Ampas tebu ini dapat dijadikan sebagai salah satu bahan alami pembuatan piezoelectric yang ramah lingkungan.

“PKM ini bertujuan untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan, khususnya yang berasal dari logam timbal (Pb). Selain itu, penggunaan ampas tebu yang merupakan limbah merupakan salah satu upaya untuk mengurangi menumpuknya sampah atau limbah dari tebu dengan memanfaatkannya menjadi bahan material pembuatan piezoelectric,” ujar Ketua kelompok PKM-PE ini, Rachma Juwita.

Berawal dari keresahan tersebut, tim ini memutuskan untuk meneliti ampas tebu. Ternyata ampas tebu mengandung silika dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan alami pembuatan piezoelectric ramah lingkungan.

“Silika yang terdapat dalam ampas tebu merupakan salah satu bahan alami yang dibutuhkan dalam pembuatan piezoelectric. Silika pada ampas tebu ini diekstrak sebagai bahan tambahan yang ramah lingkungan lalu dicampur dengan stronsium titanat menjadi bahan material piezoelectric. Setelah ini, kami akan menguji kelistrikan yang dihasilkan melalui uji tekanan dan uji tarik,” ujarnya (AD/Zul).

Pewarta: Oleh: Humas IPB/Rachma Juwita dan Tim

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2018