Bogor, 24/10 (ANTARA) - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mensosialisasikan ilmu nuklir kepada para siswa SMA lewat kegiatan " Nuclear science camp" di Cisarua, Puncak, Kabupaten Bogor, Selasa.

"Nuclear science camp ini merupakan salah satu program dari Pusat Diseminasi IPTEk Nuklir BATAN yang tujuannya mengedukasi siswa dan sekolah mengenai IPTEK dan Nuklir," kata Direktur Pusat Diseminasi Iptek Nuklir (PDIN) BATAN, Ir Ruslan.

Ruslan menyebutkan kegiatan "Nuclear science camp" merupakan dasar kegiatan tugas BATAN selain melakukan penelitian dan pengembangan dalam bidang edukasi.

Menurut Ruslan, selama ini nuklir dikenal sangat menakutkan, terutama pasca terjadinya Tsunami di Jepang yang menyebabkan kebocoran pada PLTN.

"Kami ingin mengedukasi masyarakat luas, dan dunia pendidikan tentang banyaknya manfaat nuklir bagi kehidupan. Nuklir juga bermanfaat di bidang pertanian dan peternakan, oleh karena itu kami mensosialisasikan nuklir kepada pelajar agar mereka lebih mengenal nuklir dengan baik," katanya.

Ruslan mengatakan sosialisasi dilakukan dalam berbagai cara, baik itu berupa workshop maupun kegiatan lainnya.

Selama dua tahun terakhir BATAN mensosialisasikan nuklir lewat kegiatan camp yang digelar secara lokal di daerah.

"Tahun lalu kegiatan serupa juga kami gelar di Bangka Belitung dengan tema "Speak about the Nuclear" ada 15 tim dari sekolah yang ikut serta. Kegiatan ini kembali kami gelar di wilayah Jawa yakni, Jakarta, Tangerang, Depok dan Bekasi," katanya.

Ruslan menambahkan, kegiatan ini selain sebagai ajang sosialisasi tentang nuklir juga menjadi wadah untuk mendorong penciptaan IPTEK di kalangan pelajar SMA.

"Di sini pelajar diharuskan mempresentasikan hasil penelitiannya yang nanti akan dinilai dan menjadi juara," katanya.

Ketua Panitia Nuclear science camp, Adi Purwa, menjelaskan kegiatan diikuti 15 tim peserta dari sejumlah sekolah. Satu tim terdiri dari tiga siswa dan satu guru pembimbing.

Ada dua kegiatan utama dalam acara Nuclear Sciene camp, yakni kompetisi atau lomba yang terdiri dari science project.

"Dalam lomba ini para peserta menampilkan hasil proyek sains sederhana berdasarkan proposal project yang telah dikirimkan kepada panitia," kata Adi.

Lomba berikutnya adalah science debate, adu wawasan dan argumentasi mengenai wawasan IPTEK nuklir dan perkembangannya. Serta kompetisi ICT untuk guru yakni lomba pembuatan sistem pembelajaran interaksi dengan mengambil tema IPTEK nuklir berdasarkan proposal project yang telah dikirimkan kepada panitia.

"Kegiatan kedua yakni diskusi interaktif dan motivasi, yang dikemas dalam bentuk talkshow popular materi sains umum dan iptek secara atraktif, untuk menambah wawasan serta keinginan terlibat di dunia penelitian dan teknologi," katanya.

Pada hari kedua atau akhir kegiatan, lanjut Adi, diisi dengan outbound dan keakraban, bentuk permainan keterampilan untuk keakraban yang disesuaikan dengan konten sains untuk membentuk karakter bertindak dan berpikir seperti ilmuwan.

"Kegiatan ini sesuai dengan visi kita IPTEK berbasis alam, di mana diharapkan generasi muda tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi tapi juga peduli dengan alam lingkungan," katanya.

Laily R

Pewarta:

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2012