Bekasi (Antara Megapolitan) - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, tengah berupaya menghidupkan kembali 500 koperasi di wilayah itu yang bangkrut dengan melibatkan bantuan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS).

"Kami telah menggandeng Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Kota Bekasi agar mendapatkan bantuan modal usaha. Nantinya setiap koperasi akan mendapatkan suntikan modal mulai Rp20 juta," kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Bekasi Karto di Bekasi, Minggu.

Dia mengatakan pinjaman itu akan diiringi dengan pemberian pembinaan sampai koperasi itu kembali mandiri.

"Pembinaan ini kita berikan sampai pengelola koperasi benar-benar eksis. Tidak sampai di tengah jalan tutup karena rugi," ujarnya.

Karto mengatakan modal tersebut berkisar Rp20 juta hingga ratusan juta rupiah, tergantung komitmen pengelola dalam bertransaksi dengan nasabahnya.

"Dalam sebuah koperasi, pengurusnya bisa mencapai 30 orang. Jika satu pengurus diberikan honor Rp200 ribu sebulan, maka dalam sebulan kebutuhan belanja pegawai mencapai Rp6 juta," katanya.

Dia mengatakan 500 koperasi di Kota Bekasi itu gulung tikar karena pengurusnya masih berorientasi kepada gaji atau honor yang berujung kehabisan modal usaha.

"Untuk menghidupkan kembali, mental pengurus yang harus diperbaiki," katanya.

Karto mengatakan koperasi itu mayoritasnya merupakan koperasi simpan pinjam, sedangkan koperasi yang bergerak di bidang jasa, usaha mayoritas berada di instansi.

"Kami akan berupaya menghidupkan kembali koperasi yang mati suri tersebut," katanya.

Secara terpisah, Direktur BPRS Kota Bekasi Muhammad Asmawi mengatakan pihaknya bersedia memberikan pinjaman dana kepada koperasi untuk pemulihan Rp20 juta.

"Koperasi di tingkat RW tidak banyak modal, angka segitu sudah cukup, tapi setelah diberikan modal harus eksis," katanya.

(ADV/Humas Pemkot Bekasi).

Pewarta: Andi Firdaus

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017