Bogor (Antara Megapolitan) - Institut Pertanian Bogor (IPB) menyusun Rencana Pengembangan Jangka Panjang atau RPJP 2018-2045, salah satu strategi pendidikan yang disiapkan adalah menyiapkan generasi yang tangguh dan penuh berprestasi.

"IPB harus menghasilkan lulusan yang kompeten dan tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah serta mampu bersaing secara global," kata Rektor IPB Prof Herry Suhardiyanto di Bogor, seperti disiarkan Humas IPB, Rabu.

RPJP 2018-2045 disusun sebagai acuan bagi seluruh unsur internal IPB dalam merumuskan program kerja, kegiatan pendidikan, maupun target kinerja yang ingin dicapai baik setiap tahunnya.

Herry mengatakan, IPB harus bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan dalam membangun jejaring kerja sama demi kemajuan IPB baik di tingkat nasional dan internasional.

"Dokumen RPJP 2018-2045 IPB disusun antara lain untuk strategi pendidikan meningkatkan mutu yang lebih baik," katanya.

Menurut Herry, lulusan IPB harus menjadi bagian dari sumberdaya yang handal dan peduli dalam membangun negara dan bangsa Indonesia. Untuk maksud tersebut, IPB harus merancang program akademik yang membentuk mahasiswa IPB tidak sekadar selesai mengikuti proses pembelajaran, tetapi juga kompeten dalam bidangnya, serta mampu berinteraksi dengan semua pihak.

"Hal ini merupakan kontribusi IPB dalam menyiapkan sumberdaya manusia yang berpeluang tinggi memenangkan persaingan di masa depan," kata Herry.

Ketua Tim Penyusunan RPJP 2018-2045 IPB, Prof Hermanto Siregar menjelaskan, RPJP 2018-2045 IPB berperan penting dalam pembangunan sumberdaya manusia dan IPTEKS, lulusan yang kompeten di bidangnya, tanggap terhadap masalah di sekitarnya, serta mampu bersaing secara global.

"IPB juga berperan dalam pemberdayaan masyarakat," katanya.

IPB juga berperan dalam perkembangan lingkungan yang strategis diantaranya trend perkembangan nasional dan global, reformasi sistem pendidikan tinggi, dan revitalisasi pertanian.

Menurutnya, IPB dalam visinya (2018-2045) ketika target satu abad Indonesia merdeka adalah "terdepan dalam memperkokoh martabat bangsa melalui pendidikan tinggi unggul pada tingkat global di bidang pertanian, kelautan, dan biosains tropika.

Dengan memahami visi tersebut, lanjutnya, IPB harus mempersiapkan diri tidak hanya sebagai perguruan tinggi yang unggul di Indonesia, tetapi juga masuk dalam kelompok terkemuka di dunia.

"Semangat untuk mewujudkan visi tersebut adalah samangat universitas riset atau yang disebut Research-based University," kata Hermanto.

Dilihat dari kaca mata luar, Direktur PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Iriana Eka Sari mengatakan bahwa bangsa Indonesia sangat banyak berharap kepada IPB.

Ia menyebutkan, harapan tersebut tercermin manakala terjadi kendala atau masalah pertanian dan pangan, pasti yang dicari IPB untuk memecahkan solusi persoalan tersebut.

"Sebagai institusi yang diberi mandat oleh negara untuk membangun pertanian dalam arti luas di Indonesia," katanya.

Iriana menambahkan, IPB telah menunjukkan kepopulerannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS). Namun demikian, keberhasilan tersebut seyogyanya tidak dijadikan romantika masa lalu IPB.

"Ke depan, IPB perlu menjadi center of excellence sejati yang dicirikan antara lain oleh adanya infrastruktur untuk mengelola berbagai jenis bidang IPTEK dan informasi tentang bidang pertanian, kelautan, dan biosains tropika," kata Iriana.

Pewarta: Laily Rahmawati

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017