Pengamat Ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada (UGM) Tadjudin Nur Effendi mengatakan bonus demografi masyarakat dengan proporsi 60 persen dari total populasi saat ini mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Angkatan kerja kita yang usia produktif itu akan mencapai 60 - 65 persen hingga 2045. Nah ini tanggung jawab yang besar, dan satu hal lagi, setiap tahun angkatan kerja yang masuk pasar kerja itu sekitar 2,5 juta. Kalau tidak ada pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, itu tidak akan terserap,” kata Tadjudin di Jakarta, Selasa.

Tadjudin menjelaskan, adanya bonus demografi di Indonesia saat ini tidak bisa dianggap sebagai beban, melainkan sebagai salah satu faktor pendorong untuk menumbuhkan perekonomian melalui kualitas sumber daya manusianya (SDM).

Ia berharap, UU Cipta Kerja akan semakin mempermudah perjalanan masyarakat untuk menjadi SDM yang lebih unggul.

Pewarta: Bayu Saputra

Editor : Budi Setiawanto


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023